Jumat, 24 April 2026

Berita Madiun Hari Ini

Sukses Manfaatkan Popok Bekas sebagai Media Tanam, Bapak Muda Asal Madiun Ini Siap Berbagi Ilmu

Cara pemanfaatan ulang limbah popok sekali pakai atau diapers ini sudah dilakukan dan dibuktikan sendiri oleh Irwan Budiyanto (28), warga Madiun

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Rahardian Bagus Priambodo
Irwan Budiyanto (28), memanfaatkan limbah popok menjadi media tanam 

Penulis : Rahardian Bagus , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Melalui sedikit proses yang bisa dilkukan mandiri,  limbah popok sekali pakai atau diapers bisa dimanfaatkan menjadi media tanam.

Cara pemanfaatan ulang limbah popok sekali pakai atau diapers ini sudah dilakukan dan dibuktikan sendiri oleh Irwan Budiyanto (28), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Irwan memanfaatkan limbah popok sekali pakai itu setelah merasakan sendiri keresahan terkait limbah popok itu baik sebagai orang tua yang memiliki anak bayi dan sebagai warga Madiun yang pernah merasakan dampak sampah popok sekali pakai.

Pada 2019, terjadi banjir di Kabupaten Madiun, di antaranya disebabkan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai.

Dari sekian jenis sampah yang dibuang ke sungai, limbah popok sekali pakai atau diapers yang banyak ditemui.

Limbah popok sekali pakai atau diapers bekas ini sengaja dibuang oleh warga di Kabupaten Madiun.

Sebelumnya, Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengatakan, masih banyak warganya yang percaya dengan mitos, bahwa bayi akan mengalami 'suleten' atau gatal-gatal apabila diapers bekas pakai itu dibakar.

Terinspirasi dengan permasalahan Irwan mencari solusi dengan memanfaatkan limbah atau sampah diapers bekas ini menjadi media tanam.

Irwan yang merupakan pegiat lingkungan ini resah melihat masih banyak warga di Kabupaten Madiun sengaja membuang sampah diapers di sungai sembarangan.

"Kebetulan saya juga punya bayi, usianya sekitar tiga bulan. Setiap hari bisa pakai lima sampai enam diaper,” kata suami dari Ratna Wulandari ini (26), saat berbincang

Irwan menuturkan, orangtuanya masih percaya dengan mitos dan memintanya agar diapers bekas pakai tidak boleh dibakar, dan harus dibuang. Orangtuanya menyuruhnya membuang ke sungai, namun ia tidak mau, karena dapat mencemari lingkungan dan bisa memicu banjir.

"Awalnya saya buat lubang di pekarangan, untuk mengubur diapers bekas, tapi lama-lama penuh juga lubangnya," katanya.

Alumnus Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini kemudian mencoba mencari refrensi pemanfaatan limbah diapers.

Hingga akhirnya, Irwan memiliki ide untuk memanfaatkan sampah popok menjadi media tanam dan pupuk tanaman.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved