Jendela Dunia
Sikapi Pembunuhan di Gereja Kota Nice, Muslim Perancis Menyatakan Prihatin dan Bersimpati
SURYAMALANG.COM - Pembunuhan tiga orang di Kota Nice, Perancis, Kamis (29/10/2020), direspon umat Muslim yang tinggal di Perancis.
“Nabi Muhammad bersabda, 'Siapa pun yang menyakiti seorang Yahudi atau Kristen akan menemukan dalam diriku musuhnya pada hari kiamat',” tulisnya.
Fatima Ouassak dari sindikat orang tua Front de Mères menyatakan simpati kepada keluarga para korban, dengan mengatakan bahwa penting bagi orang-orang untuk berdiri dalam solidaritas di masa-masa sulit ini.
“(Kita) melawan pembuat kebencian yang bertanggung jawab atas siklus neraka dan iklim teror yang mana kita adalah korban, mari kita bersatu! Solidaritas, kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia."
Komentar serupa juga diberikan oleh Sebastien Abdelhamid, seorang pembawa acara televisi, yang mengungkapkan "kemarahan dan rasa jijik" atas apa yang terjadi di Nice.
“Semua pikiran saya untuk para korban dan keluarga mereka. Betapa bar-bar...mereka ini bukan manusia...Ini tidak mungkin #baik,” tulisnya dalam Twitter.
Warga lainnya menyatakan kemarahannya terhadap beberapa anggota lembaga politik yang mencoba memanfaatkan peristiwa pahit tersebut untuk tujuan politik.
Menanggapi berita dalam sebuah tweet, pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen, mengatakan, "Akselerasi dramatis dari tindakan perang Islam terhadap sesama warga kita...membutuhkan...tanggapan global".
"Anda menyadari bahwa dia (Marine Le Pen) menggunakan serangan itu untuk kepentingan politiknya...bahkan sebelum menunjukkan dukungannya kepada para korban," kata seorang pengguna Twitter menanggapi Marine Le Pen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petugas-polisi-berjaga-di-dekat-gereja-notre-dame-di-nice-perancis-selatan-kamis-29-oktober-2020.jpg)