Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Optimistis Capai Target PAD di Akhir 2020

Wali Kota Batu, Dewanti Rumopoko, terus berupaya mendorong roda perekonomian, terutama dari sektor pariwisata

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Wisatawan berkunjung ke lokasi Brakseng di Bumiaji, Kota Batu. Sektor pariwisata menjadi andalan Pemkot Batu mendongkrak pendapatan asli daerah. 

SURYAMALANG.COM | BATU – Wali Kota Batu, Dewanti Rumopoko, terus berupaya mendorong roda perekonomian, terutama dari sektor pariwisata. Ia pun merasa puas jika kemudian Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa mencapai lebih dari 50 persen.

Dewanti melihat roda perekonomian di Kota Batu sudah mulai membaik. Sejak adanya relaksasi pada Juli lalu, geliat perekonomian di Kota Batu mulai tumbuh. Masyarakat yang awalnya sangat ketakutan, sekarang mulai melakukan aktivitasnya.

“Apalagi ketika liburan panjang, pengunjungnya ramai. Masyarakat sudah beradaptasi, tapi tetap melakukan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dampak dari relaksasi pun dirasakan warga, pelaku usaha pariwisata.

Meskipun belum mendapatkan laporan resmi, Dewanti bisa melihat kondisi yang membaik saat ia berkunjung langsung ke lapangan.

“Saya belum dapat laporan data secara resmi, tapi ketika saya mendatangi tempat wisata dan hotel, semuanya menyampaikan kalau kondisi ini menjadi obat yang luar biasa. Saat libur panjang kemarin, tempat wisata mulai ramai, kuliner ramai, penginapan juga ramai. Itu juga kami khawatir, tapi apapun ini hal yang harus berani dilakukan, kalau tidak akan terus terpuruk dan menjadi masalah lain,” terangnya.

Sementara itu, dari sektor wisata di Kota Batu, target pendapatannya telah mencapai lebih dari 90 persen.

Kepala Bidang Penagihan Badan Keuangan Daerah (BKS) Kota Batu, Ismail Hasan menjelaskan, perolehan pajak restoran saja sudah mencapai Rp 8,4 miliar dari target Rp 9,2 miliar.

"Artinya sudah 95 persen,” ungkapnya, Jumat (6/11/2020).

Sedangkan untuk pajak hotel telah mencapai 95,48 persen atau Rp 14 miliar dari target Rp 15 miliar.

Pajak hiburan masih cenderung rendah karena hanya tercapai 86 persen atau Rp 12 miliar dari target Rp 14 miliar dengan kekurangan Rp 1,9 miliar.

Ismail juga menerangkan dengan capaian saat ini maka pihaknya cukup optimis untuk melebihi target yang ada.

“Soalnya masih akan ada bombing vacation tahap dua, yakni pada akhir Desember yang merupakan high season,” imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved