Kota Batu
Wajah Baru Kota Batu, Ada Tampilan Sculpture dan Taman Baru di Jalan Sultan Agung
Taman didesain dengan tata bunga warna-warni (cosmos, impatiens, mawar) yang menampilkan citra Kota Batu sebagai kota bunga
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Pemandangan baru tampak dari sudut tengah Jalan Sultan Agung, Kota Batu.
Di sana terlihat ada taman tematik yang diperkuat dengan ornamen pendukung pada tiap-tiap ruas pulau taman di sepanjang boulevard Sultan Agung.
Selain memperindah wajah kota, sculpture dan taman baru itu untuk menjaga pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau, menyediakan ruang publik yang nyaman, upaya serta memperkuat identitas daerah.
Taman didesain dengan tata bunga warna-warni (cosmos, impatiens, mawar) yang menampilkan citra Kota Batu sebagai kota bunga.
Penataan sculpture disusun mengikuti alur perjalanan wisatawan dari arah Sultan Agung timur sampai dengan Museum Angkut, sehingga menghadirkan cerita visual yang bisa dinikmati secara bertahap, saat siang maupun malam.
Baca juga: Suciwati, Istri Mendiang Munir Kritik Rencana Pembangunan Gedung Baru untuk DPRD Kota Batu
“Ikon baru ini juga untuk menghadirkan ruang publik yang menarik bagi wisatawan maupun masyarakat setempat."
"Ini dirancang untuk merepresentasikan potensi pertanian, kekayaan seni dan budaya, industri kreatif dan kepariwisataan, potensi alam berikut dengan flora fauna, serta kehidupan masyarakat Batu yang dinamis dan harmonis,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni kepada SURYAMALANG.COM, Senin (22/9/2025).
Tidak hanya itu, juga ada sculpture bertuliskan Batu Tourism City dengan bendera-bendera negara ASEAN sebagai wujud apresiasi karena Kota Batu kerap menjadi jujugan negara ASEAN sebagai eco tourism.
Di sana juga ditulis ‘surroundedby 8 mountain’, menurut Dian, maksud dari hiasan itu ialah kondisi geografis Kota Batu yang dikelilingi delapan gunung.
yakni Gunung Arjuno, Gunung Banyak, Gunung Kawi, Gunung Anjasmoro, Gunung Panderman, Gunung Semeru, Gunung Wukir dan Gunung Welirang.
“Kami ingin memberikan informasi kepada wisatawan, khususnya para pecinta alam ketika hendak memilih opsi jalur pendakian,” jelasnya.
Sementara itu, dengan mempertimbangkan Peraturan Mentert ESDM Nomor 13 tahun 2025 yang salah satunya mengatur tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum terhadap SUTT 70.000 Volt, maka terdapat koreksi atas beberapa pohon di bawah jaringan yang memiliki potensi untuk terus tumbuh dan mengganggu jaringan transmisi listrik bertegangan tinggi.
“Mari kita jadikan sculpture Jalan Sultan Agung sebagai kebanggaan bersama."
"Batu semakin indah, semakin berwarna, dan semakin siap menjadi kota wisata kelas dunia,” pungkasnya.
| PKL Terdampak Proyek Simpang Patih Batu Usul Pindah ke Lahan Polres, Pemkot Mulai Lakukan Kajian |
|
|---|
| Disnaker Kota Batu Gelar Pelatihan Make Up hingga Barista demi Wujudkan SDM Unggul |
|
|---|
| Sidak Jelang Idul Adha: Plt Wali Kota Batu Pastikan Hewan Kurban Sehat, Warga Tak Perlu Was-Was |
|
|---|
| Terbongkar Trik Eks Anggota DPRD Tukar Nama Istri di Kasus Jual Beli Kios Pasar Among Tani Batu |
|
|---|
| Kakek 66 Tahun Tewas Usai Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Brantas Kota Batu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sculpture-di-Jalan-Sultan-Agung-Kota-Batu-bertuliskan-Batu-Tourism-City.jpg)