Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Pemkot Blitar Alokasikan Rp 7 Miliar di APBD 2021 untuk Penanganan Bencana Alam

Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk penanganan bencana alam di APBD 2021

samsul hadi/suryamalang.com
Forpimda Kota Blitar mengecek perlengkapan penanganan bencana ketika apel kesiapsiagaan penanganan bencana alam. 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk penanganan bencana alam di APBD 2021.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto Johanes, mengatakan anggara penanganan bencana alam masuk dalam biaya tak terduga dan bantuan sosial, termasuk untuk penanganan dampak sosial akibat bencana alam dan santunan kematian kepada korban bencana alam. 

"Untuk antisipasi penanganan bencana alam pada 2021, kami alokasikan Rp 7 miliar di biaya tak terduga dan bantuan sosial," kata Widodo, Kamis (19/11/2020). 

Dikatakannya, Pemkot juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana penanganan bencana alam di Bakesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD). 

Pengadaan sarana dan prasarana itu untuk mendukung kinerja Bakesbangpol dan PBD dalam penanganan bencana alam. 

"Kami juga alokasikan anggaran yang sifatnya untuk penyediaan sarana dan prasarana di Bakesbangpol dan PBD," ujarnya. 

Terkait penanganan Covid-19, kata Widodo, Pemkot Blitar juga tetap mengalokasikan anggaran di APBD 2021.

Hanya saja, anggaran penanganan Covid-19 langsung didistribusikan ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

"Anggaran penanganan Covid-19 langsung kami distribusikan ke masing-masing OPD termasuk di Dinas Kesehatan. Anggaran penanganan Covid-19 tahun depan lebih untuk pemulihan ekonomi dan dampak sosial pasca pandemi," katanya. 

Terpisah, Kabid PBD Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Supriyadi mengatakan dari hasil pemetaan terdapat delapan kelurahan di Kota Blitar yang rawan terjadi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. 

Kedelapan kelurahan, yaitu, Ngadirejo, Bendo, Tanggung, Sentul, Kepanjenlor, Kauman, Sukorejo, dan Pakunden.

Kedelapan kelurahan itu berada di aliran kali lahar Gunung Kelud. 

"Kedelapan kelurahan yang berada di sekitar aliran kali lahar rawan terjadi banjir dan tanah longsor saat musim hujan," katanya. 

Dikatakannya, Bakesbangpol dan PBD meminta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran kali lahar lebih waspada saat musim hujan, khususnya, masyarakat yang tinggal di sempadan aliran kali lahar diminta mencari tempat aman saat terjadi hujan deras. 

"Kami sudah koordinasi dengan Camat dan Lurah untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di aliran kali lahar lebih waspada saat musim hujan," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved