Selebrita

UPDATE Video Syur Mirip Gisel, Ahli Forensik Periksa Wajah Pemeran Cewek, Benar Gisel Atau Tidak?

UPDATE Video Syur Mirip Gisel, Ahli Forensik Akan Periksa Wajah Pemeran Cewek, Benar Gisel Atau Tidak

Editor: eko darmoko
Suryamalang.com/kolase Instagram @gisel_la/Twitter
Penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel dan pemeran wanita dalam video syur yang viral di Twitter 

SURYAMALANG.COM - Update kasus video syur mirip Gisella Anastasia, Polda Metro Jaya berencana memanggil ahli forensik untuk memeriksa wajah pemeran wanita.

Sebelumnya, polisi telah memanggil saksi ahli dari pakar informasi dan transaksi elektronik (ITE) serta memeriksa Gisel sebagai saksi terkait kasus tersebut.

Hingga kini, polisi menetapkan dua tersangka berinisial PP dan NN.

Keduanya diduga merupakan penyebar video syur secara masif di media sosial dengan motif untuk menaikkan followers.

Meskipun demikian, polisi belum menangkap pengunggah dan penyebar pertama video syur mirip Gisel tersebut.

Mengapa Gisel diperiksa meski penyebar pertama belum tertangkap?

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menjelaskan, seseorang bisa terjerat hukum pidana apabila menjadi model konten video dewasa, baik disengaja maupun atas dasar permintaan orang lain.

Oleh karena itu, polisi memeriksa Gisel dan sejumlah ahli forensik maupun ITE guna mengungkap siapa model wanita dalam video syur tersebut.

"Karena video itu menggambarkan ada orang 'mirip' Gisel, maka beralasan untuk dipanggil didengar dan dikonfirmasi tentang model atau orang yang berperan di video itu," kata Abdul saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

"Karena dalam perspektif Undang-Undang Pornografi, sekalipun hanya model, baik sengaja maupun hanya disuruh, maka dapat dijerat hukuman," lanjutnya.

Berdasarkan Pasal 4 Ayat 1 Undang-Undang Pornografi, seseorang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Mereka yang menyebarluaskan konten pornografi dapat dijerat hukuman penjara selama 12 tahun.

Untuk larangan menjadi model dalam konten pornografi diatur dalam Pasal 8 UU Pornografi yang menyebut setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi obyek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Mereka yang melanggar dapat dikenakan hukuman penjara selama 10 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved