Produktif di Tengah Pandemi Covid 19

Pasukan Records Lahir Dari Jatim Langsung Gelar Konser Virtual Kelas Dunia Saat Panggung Musik Mati

Arief 'Blingsatan' dan Wiesa menunjukkan jika mereka tetap bisa berkarya merealisasikan ide besar di tengah segala 'belenggu' kondisi saat pandemi. 

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
Pasukan Records
Founder dan Co Founder Pasukan Records, Arief Blingsatan dan Wiesa (Iprobz) 

Penulis : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pemerintah Daerah boleh saja 'mematikan' panggung musik saat pandemi Covid-19, tapi semangat berkarya musisi lokal Jawa Timur di Surabaya ini tak bisa dibendung.

Arief 'Blingsatan' dan Wiesa menunjukkan jika mereka tetap bisa berkarya merealisasikan ide besar mendirikan perusahaan rekaman dan gelaran konser musik kelas dunia di Jakarta di tengah segala 'belenggu' kondisi. 

Ya, di saat panggung hiburan di ditutup , kreator Surabaya justru melahirkan perusahaan rekaman nasional dan langsung siap menggelar konser istimewa.

Di tengah pandemi Covid-19, dua musisi sukses melahirkan sebuah perusahaan rekaman yang diberi nama Pasukan Records.

Pasukan Record dibangun oleh seorang anak band dan seorang rapper Surabaya, Darma Arief dan Wiesa (Iprobz).

“Pasukan Records ini adalah Mayor label khusus Hip Hop dan R&B pertama di Indonesia, dan Label ini lahir di Jawa Timur, di Surabaya di saat panggung musik di larang, “ tegas Arief pada SURYAMALANG.COM, Jumat (20/11/2020).

Sebagai perusahaan rekaman spesialis musik HipHop dan R&B Pasukan Records sudah langsung menampung para pelaku musik Tanah Air.

Para rapper atau kelompok musik dari Surabaya dan Jawa Timur tentu saja ditampung dengan senang hati.

Beberapa nama dan single-single  baru sudah langsung dikibarkan.

Berdirinya perusahaan Rekaman Hip Hop di Jatim ini juga akan dibarengi dengan gebrakan konser istimewa.

Salah satu artis Pasukan Records, seorang rapper dari Surabaya, Sonjah,  akan menggelar konser dari gedung pencakar langit di Jakarta secara virtual.

“Kami bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Viscita Network yang merupakan promoter  Flavs Festival dan sepakat membuat konser Hip Hop pertama yang spektakuler, yang pertama, kelas dunia, yang bisa dinikmati dengan sound dan visual istimewa juga secara virtual, pokoknya beda,” papar Arief.

Konser rapper asal Surabaya di Jakarta berjudul Sonjah  Live Virtual Concert 2020 dijadwalkan pada 11 Desember 2020 dan kini penjualan tiket secara online telah dibuka.

Salah satu poster konser Sonjah  Live Virtual Concert 2020 dijadwalkan pada 11 Desember 2020
Salah satu poster konser Sonjah Live Virtual Concert 2020 dijadwalkan pada 11 Desember 2020 (Instagram/@pasukanrec_)

Kehadiran Pasukan Records berikut agenda konser istimewa mereka menjadi bukti jika keterbatasan karena pandemi  Virus Corona bukanlah jadi halangan untuk tetap kreatif dan maju.

Arief dan juga Wiesa menunjukkan jika mereka tetap bisa berkarya dan lebih termotivasi ketika kebebasan berekspresi mereka sebagai musisi dibelenggu oleh aturan selama pandemi.

“Terus terang kami kecewa dengan pemimpin Surabaya yang tidak mau mendengar aspirasi kami para seniman, kami anak muda yang berusaha berkreasi terus,tidak pernah ditemui saat mengadu, tapi kalau yang datang pedagang kaya ditemui. Sekarang kami tunjukkan kami bisa meski tanpa dukungan dan tidak boleh di Surabaya, “ ujar Arief yang juga dikenal sebagai Arief Blingsatan itu.

Pemain bas grup band Blingsatan ini mengakui jika salah satu motivasinya mendirikan label  rekaman bukan saja hanya untuk melawan kondisi keterpurkan karena Corona, tapi juga ‘dendam’ pada pemimpin daerah yang tidak memberi dukungan.

Arief menjadi salah satu peserta bahkan menjadi salah satu orator yang maju di depan di saat para pekerja seni  menggelar aksi demo di Surabaya beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang pemain band dan manajer sebuah grup band ia merasakan sendiri bagaimana kondisi ekonomi keluarganya ikut terpuruk ketika pentas seni dilarang.

“Saya ikut menemui DPRD, ikut demo, saya juga ikut berusaha menemui bu Risma tapi ya gak ditemui, saya merasakan dan ikut memperjuangkan upaya teman-teman yang tidak bisa makan karena tempat hiburan ditutup,” kisah Arief.

Dengan ‘dendam’ membaranya ia berusaha mencari upaya untuk tetap ‘hidup’ dalam dunia musik hingga akhirnya terbesit membuat sebuah perusahaan rekaman.

Menggandeng rekannya yang punya bekal soal bisnis recording, Arief mulai menjelajah secara virtual untuk belajar dan membuka link.

Ia menjalani semua proses legal pendirian perusahaan rekaman secara mandiri dan memanfaatkan fasilitas dunia maya.

Tentunya pengalamannya sebagai musisi yang pernah mengenyam dunia rekaman nasional saat masih bersama grup band Karpet dan bekal dunia panggung sebagai manajer grup band Boogie yang pernah menggelar tour luar negeri turut mendukung. 

“Kondisi pandemi justru meguntungkan saya, saya bisa presentasi, buat MoU, buat izin-izin, meeting dengan orang-orang di Jakarta cukup secara virtual, hasilnya perusahaan berdiri dan langsung dapat kontrak proyek besar bersama EO besar di Jakarta,” papar Arief.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved