Rabu, 22 April 2026

Berita Batu Hari Ini

Sebagai Hulu Sungai Brantas, Kota Batu Harus Ramah Lingkungan

BBWS menggandeng Pemkot Batu untuk bekerja sama menanam pohon karena menyadari Kota Batu adalah kawasan hulu dari Sungai Brantas.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso berbincang dengan Kepala BBWS Brantas, Muhammad Rizal setelah melaksanakan tanam pohon bersama, Selasa (1/12/2020). 

Penulis : Benni Indo , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, BATU – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Muhammad Rizal melaksanakan penanaman pohon didampingi Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso di belakang Kampung De Berran, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Selasa (1/12/2020).

Selain pohon, juga ada kegiatan pembuatan biopori.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) dan peringatan Hari Bhakti PUPR ke-75.

Rizal mengemukakan, pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya satu atau dua pihak saja.

Pihaknya memang memilih Pemkot Batu untuk bekerja sama menanam pohon karena menyadari Kota Batu adalah kawasan hulu dari Sungai Brantas.

Ia pun mengajak agar masyarakat turut serta menjaga lingkungan, terutama keberadaan sumber mata air agar anak cucu nanti bisa menikmati.

“Kami bekerjasama dengan pemerintah daerah hingga kepala desa. Kami pilih tempat ini, sebagai bentuk apresiasi semangat masyarakat menjaga lingkungan, terutama konservasi mata air,” katanya, Selasa (1/12/2020).

Di tempat ia menanam pohon, dulunya merupakan tempat pembuangan sampah.

Berton-ton sampah ditumpuk di situ setiap hari. Namun, kondisinya berbeda saat ini.

Setelah dikelola dengan baik, kawasan tersebut menjadi tempat mata air yang sangat bermanfaat bagi warga.

Selain itu, juga dibuka tempat wisata sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Ini dulu daerah tempat sampah, kini bisa menjadi sumber air dan menjadi tempat wisata. Ini tanah punya desa untuk konservasi mata air. Ini bisa ditiru oleh desa lain,” paparnya.

Menurutnya, gerakan seperti itu penting dilakukan karena Indonesia memiliki dua musim saja sepanjang tahun, yakni hujan dan kemarau.

Keberadaan air sangat penting, terutama ketika masa kemarau. Sedangkan saat musim penghujan, jika lingkungan sudah terjaga dengan baik, maka potensi banjir pun bisa dikurangi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved