Syok Anak 7 Tahun Masuk Rumah Temukan Ibunya Gantung Diri, Sempat Update WA Emoji Bendera Merah

Reaksi syok anak 7 tahun masuk rumah temukan ibunya gantung diri berhasi menjadi sorotan. Sang ibu sempat update WhatsApp sebelum bunuh diri.

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Tribunnews
Ilustrasi gantung diri dan anak 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko

SURYAMALANG.COM - Reaksi syok anak 7 tahun masuk rumah temukan ibunya gantung diri berhasi menjadi sorotan. 

Tragedi miris bocah temukan ibunya gantung diri di dalam rumah ini terjadi di Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelum memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri, sang ibu diketahui sempat update WhatsApp pakai emoji bendera merah.

Bocah 7 tahun asal Kepulauan Bangka Belitung ini mungkin tak akan pernah melupakan apa yang dilihatnya.

Ia menemukan ibunya sendiri bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya.

Syok Anak 7 Tahun Masuk Rumah Temukan Ibunya Gantung Diri, Sempat Update WA Emoji Bendera Merah
Syok Anak 7 Tahun Masuk Rumah Temukan Ibunya Gantung Diri, Sempat Update WA Emoji Bendera Merah (Istock via Kompas.com)

Sebelum memilih mengakhiri hidupnya, ibu rumah tangga asal Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung ini sempat menuliskan status dengan emoji bendera merah.

Jasad perempuan 28 tahun itu pertama kali ditemukan anaknya yang masih berumur 7 tahun.

"Ditemukan anaknya. Hasil sementara memang bunuh diri," kata Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, Selasa (1/12/2020), dikutip dari Kompas.com.

Dari tempat kejadian polisi mengamankan seutas tali dan kursi.

Ibu dua anak itu ditemukan pada Senin (30/11/2020) sore.

Andri menuturkan, korban sempat curhat pada keponakannya terkait persoalan utang senilai Rp 30 juta.

Bahkan korban menawarkan untuk menjual rumahnya.

Sementara suami korban tidak memiliki uang untuk melunasi utang tersebut.

Sebelum bunuh diri, korban sempat mengunggah status WhatsApp tentang perasaan hidupnya dengan emoji bendera merah.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Kasus Serupa

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, ARW (16) seorang siswi SMK di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau sempat mengutarakan niat buruknya ke sang ibu.

Akan tetapi, sang ibu yang menganggap perkataan anaknya ini tak serius tak mengindahkannya dan hanya menegurnya.

Rupanya sebelum bunuh diri, ARW juga mencurahkan perasaannya kepada teman dekatnya.

Kepada temannya, ARW mengatakan jika ayah dan ibunya sering bertengkar.

Ilustrasi gantung diri
Ilustrasi gantung diri (Kolase SURYAMALANG.COM dan Kompas.com/Dean Pahrevi)

"Sebelum gantung diri, sekitar pukul 09.00 WIB, korban datang bermain ke rumah temannya, SRD."

"Saat itu korban curhat kalau ibu dan ayahnya sering bertengkar," ujar Pejabat sementara (Ps) Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran.

Setelah itu korban pulang.

Kepada ibunya korban juga sempat mengutarakan keinginannya akan bunuh diri.

Misran mengatakan, sekira pukul 07.00 WIB, sebelum meninggal, ARW sempat berkata kepada ibunya ingin pergi mandi ke sungai untuk terakhir kalinya.

Ibunya yang mendengar permintaan korban melarang gadis ini bicara seperti itu.

Setelah itu mereka berdua pergi mandi ke sungai.

Kemudian setelah kembali ke rumah ARW mengatakan akan bunuh diri kepada ibunya.

Namun oleh ibunya, omongan anaknya tersebut dianggap tidak serius.

Sehingga hanya ditegur untuk tidak mengulangi perkataannya itu.

Setelah itu, ibu korban pergi ke warung untuk belanja dan mendapati putrinya sudah tak bernyawa.

Dilakukan saat Ibu Beli Beras

Kaget bukan kepalang dirasakan ibunda ARW saat membuka pintu rumahnya.

Baru saja pulang dari belanja di warung, ia dikejutkan oleh kondisi putrinya yang tergantung tak bernyawa.

Sang ibu syok karena mendapati anaknya yang masih duduk dibangku SMK tewas gantung diri dengan kondisi mengenaskan.

"Ibu korban setelah itu pergi membeli beras ke warung."

"Namun, sepulang dari warung korban ditemukan sudah tergantung dengan sabuk karate warna biru," kata Misran.

Peristiwa nahas tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kejadian yang menggegerkan warga setempat itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan polisi bergegas ke TKP dan membawa jenazah ARW ke puskemas setempat untuk divisum.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved