Breaking News:

Travelling

Cukup Sedia Uang Rp 12.000 untuk Menikmati Seporsi Sate Blendet Khas Ponorogo

Bila berkunjung ke Ponorogo, jangan lupa menyantap sate blendet. Rasanya beda dengan sate ayam biasa.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra
Bila berkunjung ke Ponorogo, jangan lupa menyantap sate blendet. Rasanya beda dengan sate ayam biasa. 

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Bila berkunjung ke Ponorogo, jangan lupa menyantap sate blendet.

Istilah blendet diambil dari bumbu yang dilumurkan ke sate yang bertekstur sangat kental.

Berbeda dengan sate pada umumnya, bumbu atau kuah yang dilumurkan ke sate ini berwarna kuning.

Komposisi dari kuah kuning tersebut adalah santan, kacang, ketumbar, kunir, gula merah, daun jeruk, dan garam.

Penyajiannya, setelah di bakar, sate ayam akan dilumuri kuah kuning tersebut.

Sate Blendet dimakan dengan nasi yang diberi topping irisan tahu, irisan kol, tauge, dan seledri cincang.

Penjual sate blendet, Bibit menyebutkan sate blendet hanya dijual di Kecamatan Balong.

"Saya sudah jualan sejak tahun 1987. Ini warisan turun-temurun dari ibu saya. Dulu jualannya masih keliling, tapi sekarang sudah menetap," ucap Bibit kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (13/12/2020).

Seporsi sate blendet yang berisi tiga tusuk sate lengkap dengan nasi tahu dijual seharga Rp 12.000.

Jika satenya kurang, Anda bisa menambah dengan harga Rp 1.500 per tusuk.

Seorang pengunjung, Dinana selalu menyempatkan diri menyantap sate blendet setiap ada waktu luang.

"Ini beda. Sate ayam tapi kuahnya kuning. Rasanya juga lebih gurih daripada sate ayam biasa," ucap Dinana.(Sofyan Arif Candra)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved