Fakta Saldo Rekening Rp 10 Juta Warga Malang Amblas, Berawal Bagikan Kode, Kini Tersisa Rp 430 Ribu

Warga Malang digegerkan dengan kisah seorang pegawai minimarket yang kehilangan saldo rekening sebesar Rp 10 juta rupiah, ini faktanya.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase shutterstock via Tribunnews
ILUSTRASI - Fakta saldo rekening Rp 10 juta warga Malang amblas 

SURYAMALANG.COM - Inilah fakta saldo rekening Rp 10 juta warga Malang amblas dan hanya tersisa Rp 430 ribu rupiah.

Warga Malang digegerkan dengan kisah seorang pegawai minimarket yang kehilangan saldo rekening sebesar Rp 10 juta rupiah.

Wanita bernama Sri Wahyuni ini mendadak langsung syok saat uang ditabungannya hanya tersisa Rp 430 ribu rupiah saja.

Hal tersebut berawal dari memberi-tahukan kode One Time Password (OTP) rekening kepada pelaku penipuan.

ILUSTRASI - Uang dalam artikel Gara-gara salah beli lotre pria asal Detroit, Amerika Serikat mendapat untung besar
ILUSTRASI - Uang dalam artikel saldo rekening senilai Rp 10 juta warga Malang amblas (Shutterstock via Tribunnews)

Baca juga: Turis Melbourne Jatuh dari Ketinggian 80 Meter saat Asik Foto, Keluarga yang Melihat Seketika Syok

Baca juga: Viral Kabar Kota Malang Zona Hitam Covid-19 dan Warga Luar yang Masuk Akan Dikarantina, Ini Faktanya

Isi rekening milik Siti Wahyuni (21) seorang wanita yang bekerja sebagai pegawai minimarket di daerah Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang terkuras habis.

Uang di rekening korban yang awalnya berjumlah Rp 10 juta, hanya disisakan oleh pelaku sebesar Rp 430 ribu.

Teman korban, Ainur Rohmah Dewi Kartika (21) warga Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang menjelaskan jika kejadian penipuan yang menimpa temannya itu  terjadi pada Sabtu (12/12/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

"Kejadian tersebut bermula saat korban dihubungi via WhatsApp oleh nomor 083803761xxx. Dan nomor itu memperlihatkan foto profil seorang driver ojol, yang berfoto sambil menunjukkan KTP miliknya," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (13/12/2020).

Pelaku yang menggunakan nomor itu kemudian mengatakan kepada korban, jika telah salah mengisi pulsa sebesar Rp 25 ribu ke nomor milik korban. Setelah itu korban pun berniat mengembalikan pulsa tersebut.

"Saat teman saya berniat mau mengembalikan pulsanya, pelaku memberitahukan caranya. Pelaku mengirim seperti kode, dan kemudian bilang agar mengirimkannya ke customer service OVO atau ke nomor 3300. Karena tak curiga, teman saya pun menuruti saja permintaan dari pelaku," jelasnya.

Tak lama kemudian terdapat sebuah SMS yang masuk ke HP korban. SMS itu berisi kode OTP sampai enam kali.

Korban sempat merasa curiga dan mengecek saldo rekeningnya, namun ternyata masih aman.

Ilustrasi - aktivitas seseorang gunakan mobile banking
Ilustrasi - aktivitas seseorang gunakan mobile banking (Tribunnews)

Baca juga: Pelatih Sepeda Downhill Chrisdian Mardianto (Killim) Meninggal Dunia, Duka Jagat Olahraga Kota Batu

Baca juga: Saldo Rekening Warga Kota Malang Senilai 10 Juta Amblas dan Tersisa 430 Ribu, Ini Kronologi Penipuan

Namun saat korban menerima kode OTP yang ke tujuh dan memberitahukannya kepada pelaku, barulah korban kehilangan akses aplikasi mobile banking miliknya.

"Saat masuk login ke BRI Mobile Banking, teman saya itu dapat peringatan kalau user login masih digunakan oleh pengguna lain."

"Karena dipikirnya sedang mengalami gangguan, ahkirnya ditunggu oleh sama teman saya. Setelah ditunggu lima menit, saat dicek saldonya sudah  hilang," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved