Breaking News:

Penanganan Covid

Perayaan Natal dan Tahun Baru Beramai-Ramai Dilarang, Satgas Covid-19 Jatim : Tak Boleh Gelar Event

Meski pemerintah melarang adanya kegiatan atau even khusus yang digelar di malam pergantian tahun, bukan berarti tempat wisata dilarang buka.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
ILUSTRASI - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi , Selasa (2/6/2020) 

Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Setiap pengusaha pariwisata dilarang untuk membuat event apapun yang memancing adanya kerumunan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru di Jatim

Larangan itu diberlakukan agar seluruh masyarakat menahan diri tidak melakukan perayaan pergantian tahun demi mencegah penularan covid-19.

Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah membuat aturan tegas jelang momen hari besar keagaamaan natal dan tahun baru.

"Aturannya adalah sudah tegas. Bahwa tidak ada event-event apapun dalam perayaan Nataru kali ini. Jadi dilarang mengadakan even. Selama event liburan sebelumnya, kasus selalu naik," ujar Joni, Sabtu (19/12/2020).

Joni menyebut, kenaikan kasus covid-19 di Jatim akhir-akhir ini disebabkan masa libur panjang bulan lalu yang membuat terjadinya ribuan orang terpapar dan muncul klaster keluarga dalam jumlah besar.

"Kita berkaca di liburan long weekend kemarin. Ada lonjakan kasus yang signifikan. Dan lonjakan ini, dampaknya seperti membuat apa yang kita sudah kerjakan selama ini sia-sia. Ada event, lalu kendor protokol kesehatannya, naik lagi. Kalau berlibur tolong jangan lupa protokol kesehatannya. Maskernya, jaga jarak," jelasnya.

Meski pemerintah melarang adanya kegiatan atau even khusus yang digelar di malam pergantian tahun, bukan berarti tempat wisata dilarang buka. Mereka tetap diperbolehkan buka. Namun tidak boleh menggelar event.

Di Jatim juga belum ada aturan ke tempat wisata harus rapid test atau swab antigen. Imbauam protokol kesehatan terus digaungkan agar seluruh masyarakat aware dan mawas diri bahwa pandemi belum berakhir.

"Tidak ada event Nataru, bukan berarti tutup. Tapi kita ingatkan protokol harus ketat. Pemerintah tidak melarang liburan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pertambahan kasus baru covid-19 di Jatim terus mengalami kenaikan.

Saat ini di Jatim kembali muncul zona merah di enam kabupaten kota.

Padahal sebelumnya Jatim sudah nol zona merah, dan 60 persen sudah zona kuning. Namun setelah long weekend terjadi pertambahan kasus yang signifikan di Jatim.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved