Senin, 13 April 2026

Berita Batu Hari Ini

Muhammadiyah Dorong Islamic Center Kota Malang Jadi Sumber Kerukunan Umat Beragama

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Abdul Haris, menyambut baik kehadiran Islamic Center di Kota Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
@dpupr_kota_mlg
Desain Islamic Center yang akan dibangun Pemerintah Kota Malang, sebagaimana disebarkan oleh akun Twitter @dpupr_kota_mlg 

SURYAMALANG.COM | BATU – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Abdul Haris, menyambut baik kehadiran Islamic Center di Kota Malang.

Ia berharap Islamic Center dapat menjadi sumber kerukunan umat beragama dan mendorong masyarakat semakin arif dalam beragama.

“Kami sambut baik kehadiran Islamic Center. Harapan kami, kegiatan Islam kemudian hal-hal yang menyangkut kerukunan antar umat menjadi lebih baik. Islamic Centre menjadi pusat untuk mencerdaskan umat. Menjadikan umat semakin arif dalam beragama dan berinteraksi sosial,” ujar Haris, Senin (21/12/2020).

Haris yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini melihat persoalan di masyarakat karena adanya kurang kearifan bersikap, baik pada tingkatan tokoh maupun masyarakat umum.

“Kami berharap adanya Islamic Center ini ada kajian lebih mendewasakan umat dalam beragama. Kalau Islam itu kan menimbulkan rahmat, nah bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin bisa terwujudkan,” harapnya.

Kehadiran Islamic Center juga harus memberikan warna berbeda.

Di Kota Malang, sudah ada lembaga pendidikan Islam mulai dari tingkatan dasar hingga perguruan tinggi.

Selain itu, juga ada Masjid Agung Jami yang menjadi tempat peribadatan.

Harus menyarankan, perlu ada pembeda sehingga fungsi dari keberadaan Islamic Center bisa maksimal.

“Sebenarnya tergantung pada pengelolaan, fokusnya harus ada pembeda sehingga kegiatan yang terjadi di sana, tidak sama apa yang selama ini sudah terjadi. Ada aspek-aspek yang butuh dikuatkan dan di tempat lain belum ada. Misal kajian yang mengarah pada kearifan perbedaan pendapat,” sarannya.

Selama ini, menurutnya, belum banyak ditonjolkan tentang kearifan perbedaan pendapat.

"Justru sebaliknya, di beberapa tempat menunjukan fanatisme," ujarnya.

Menurutnya, perlu ditata pola pikir masyarakat agar beragama itu menjadi rahmat, bukan beragama menjadi sumber masalah.

Ia mengemukakan, makin tinggi agamanya harusnya makin arif bersifat.

“Menemukan perbedaan itu yang perlu dikuatkan. Selama ini belum ada yang mengarah ke sana,” tegasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved