Selasa, 5 Mei 2026

Klub Debutan Liga 2 Asal Jatim PSG Gresik Dijual, Resmi Ganti Pemilik Jadi PSG Pati

Kendala finansial dari dampak pandemi Covid-19 membuat manajemen tim terpaksa menjual saham PSG Gresik ke pihak Safin Akademi Pati.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Tim PSG Gresik dalam lawatannya ke Pati 

Penulis : Willy Abraham, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Klub debutan di Liga 2 asal Jatim, PSG Gresik sudah dijual dan harus berpindah home base sebelum resmi bertanding di kompetisi level kedua Tanah Air.

Klub Putra Sinar Giri (PSG ) Gresik resmi pindah ke Pati Jawa Tengah.

Kabar PSG Gresik menjadi PSG Pati yang menghebohkan di media maupun media sosial terjawab sudah.

Presiden klub, Nanang Susanto dan CEO klub, Bisri Affandi membenarkan jika tim berpindah home base ke Pati, Jawa Tengah.

Kendala finansial dari dampak pandemi Covid-19lah yang membuat manajemen tim terpaksa menjual saham PSG Gresik ke pihak Safin Akademi Pati.

Presiden klub PSG Gresik, Nanang Susanto mengatakan melepas PSG Gresik adalah hal yang sangat berat secara emosional, karena perjuangan membangun tim sejak 2018 di liga 3 hingga menembus level liga 2, harus harus berakhir seperti ini.

"Tapi bagaimana lagi, keadaan yang seperti ini, kondisi pandemi yang membuat situasi menjadi sangat sulit, apalagi di dalam dunia sepakbola yang harus mengeluarkan uang yang banyak. Sungguh berat melepas tim PSG Gresik," kata Nanang, Rabu (23/12/2020).

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan penjualan ini murni karena situasi yang sangat sulit dan berat bagi klub.

Perpindahan PSG ini bisa dikatakan pembelian mayoritas saham klub atau murni aksi korporasi.

"Jadi situasi pandemi ini membuat finansial klub sangat terganggu. Bisnis saya juga drop sejak pandemi, jadi secara langsung berdampak kepada finansial tim. Tidak perlu saya jelaskan berapa persen sahamnya. Ini semacam murni aksi korporasi," ungkap Nanang.

Sementara itu, ditempat yang sama, CEO PSG Gresik, Bisri Affandi melanjutkan hampir sama dengan yang di ucapkan presiden klub, masa pandemi ini menjadi yang sangat sulit, kemungkinan akan berbeda jika tidak ada pandemi. Situasi seperti ini, mungkin hampir sama dengan kondisi finansial tim-tim lainnya.

"Tim tidak ada pemasukan selama pandemi ini, kompetisi juga belum berjalan, sedangkan pengeluaran trus berlanjut. Dari itu, secara finansial sangat berat, sehingga dengan terpaksa melepas saham PSG Gresik dan pihak Safin Akademi yang kebetulan tertarik untuk mengambil alih," ungkap Bisri Affandi di Graha PSG Gresik.

Pria asli kelahiran Gresik ini menambahkan dengan penjelasan yang disampaikan tentang diakuisisinya tim berjuluk Laskar Giri Kedaton tersebut, dirinya berharap semua pihak memaklumi dengan keadaan ini.

Juga meminta maaf dengan kabar yang tidak mengenakkan tentang kepindahan PSG Gresik ke Pati.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved