Berita Malang Hari Ini

Sejarah Agama Kristen di Suwaru Malang, Berawal dari Kedatangan Misionaris Belanda

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Suwaru jadi salah satu jadi saksi bisu kedatangan ajaran yang dibawa oleh Yesus Kristus itu.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, memiliki sisi kesejarahan yang kuat dalam riwayat berkembangnya agama Kristen di Kabupaten Malang. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Suwaru jadi salah satu jadi saksi bisu kedatangan ajaran yang dibawa oleh Jesus Kristus itu. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, memiliki sisi kesejarahan yang kuat dalam riwayat berkembangnya agama Kristen di Kabupaten Malang.

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Suwaru jadi salah satu jadi saksi bisu kedatangan ajaran yang dibawa oleh Yesus Kristus itu.

Pengurus GKJW Suwaru, Edhi Wareh Prabowo, menceritakan awal datangnya ajaran Kristen di Suwaru berawal dari seorang misionaris asal Belanda, Zendig de Vries.

"Agama Kristen berkembang setelah kedatangan Tuan de Vries. Beliau ke Suwaru lalu ke Peniwen juga. Kalau di Peniwen ramainya waktu Paskah, karena Tuan de Vries datang saat Paskah," ucap Edhi ketika ditemui di GKJW Suwaru pada Jumat (25/12/2020).

Edhi menambahkan tipikal jemaat di Desa Suwaru merupakan jemaat agraris.

"GKJW Suwaru ini jemaat agraris. Hasil padinya sebagian kami bagikan ke warga yang dirawat oleh gereja," jelasnya.

Sementara itu, Pendeta GKJW Suwaru, Sungkono menuturkan usia dari Gereja Suwaru sudah ratusan tahun.

Gereja yang dibangun pada tahun 1800-an itu bukan merupakan peninggalan kolonial.

“GKJW Suwaru yang membangun adalah warga Jawa. Bukan bangsa kolonial," ungkap Sungkono.

Sungkono menambahkan, ornamen kursi gereja beberapa masih asli sejak dahulu kala..

Gaya arsitekur gereja tampak khas pada masa kuno. Jendela-jendela berukuran besar berada di sisi kanan maupun kiri tembok gereja. Pintu gereja dibikinmodel dua pintu.

"Lalu juga ada peninggalan tuwung atau cawan suci dan taplak peninggalan zaman dulu. Masih tersimpan baik hingga kini," tutup Sungkono.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved