Breaking News:

Penanganan Covid

Pasar Besar Madiun Resmi Ditutup, Cegah Klaster Pasar Tradisional Covid-19

Sebanyak 241 orang yang sehari-hari beraktivitas di Pasar Besar Madiun jalani rapid test pada Jumat (1/1/2021).Hasilnya, 40 orang dinyatatakan reaktif

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Rahardian Bagus Priambodo
Pasar Besar Madiun ditutup tiga hari, petugas mulai memasang water barier di pintu masuk Pasar Besar Madiun, Sabtu (2/1/2020) malam. 

Penulis : Rahardian Bagus , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Pasar Besar Madiun (PBM) akhirnya dinyatakan ditutup sebagai antisipasi munculnya klaster pasar tradisional penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota Madiun menutup PBM dan mengambil tindakan setelah sebelumnya beredar kabar bahwa ada lima pedagang di Pasar Besar Madiun meninggal dunia akibat Covid-19.

Informasi tersebut belum terkonfirmasi oleh dinas terkait tapi langkah antisipasi dengan menggelar rapid test massal sudah dilakukan dan hari ini PBM ditutup.

Pemkot Madiun menutup sementara aktivitas PBM mulai, Minggu (3/1/2021) dini hari.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi, Sabtu (2/1/2021).

‘’Untuk PBM akan dilakukan penutupan sementara untuk disterilkan dengan penyemprotan desinfektan. Penutupan sementara ini dimulai 3 Januari hingga 5 Januari ,’’ kata Ansar.

Penutupan dimulai pukul 00.00 WIB. Sedang, pada tanggal 6 hingga 8 Januari akan diberlakukan pembatasan jualan.

Hanya pedagang yang berdomisili Kota Madiun yang diperbolehkan berjualan.

Selain itu, pedagang juga haru menunjukkan rapid test dengan hasil non reaktif atau hasil swab dengan hasil negatif. Sedang pedagang dari luar kota menunggu informasi lebih lanjut.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved