Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Teknis PSBB Malang Raya Masih Tunggu Rakor Forkopimda Jatim

Teknis Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya masih menunggu rapat koordinasi (rakor) Forkopimda Jatim.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Rapat koordinasi jelang PSBB Malang Raya, Kamis (7/1/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Teknis Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya masih menunggu rapat koordinasi (rakor) Forkopimda Jatim.

Pemkot Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Malang telah rapat koordinasi, Kamis (7/1/2021).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan koordinasi tersebut sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri 1/2021 terkait pelaksanaan PSBB Malang Raya.

"Insya Allah PSBB sekarang bukan seperti PSBB yang dulu. Pembatasannya akan seperti saat mau tahun baru," ujar Dewanti kepada SURYAMALANG.COM.

Saat ini kepala daerah Malang Raya sedang memformulasikan agar bisa sepakat satu ketentuan terkait PSBB tersebut, dan akan dikomunikasikan bersama.

"Namun, menurut Pak Pangdam, akan ada rakor virtual dengan Forkopimda Provinsi Jatim besok. Jadi kami menunggu itu," jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji menuturkan akan ada modifikasi terhadap peraturan PSBB yang akan diberlakukan di Malang Raya.

"Karena sifatnya top down. Jadi kami mengikuti dari pusat. Setelah kumpul dengan aali kota Batu dan asisten satu Pemkab Malang, kami sepakat akan memodifikasi peraturan PSBB."

"Mungkin kami akani atur Work From Home (WFH), karena itu adalah pengaturan internal," ungkapnya.

Menurutnya, pengaturan WFH perlu karena kluster Covid 19 yangsering terjadi adalah kluster kantor.

"Nanti pengaturannya, Work From Home sebesar 75 persen, Work From Office (WFO) sebesar 25 persen," beber Sutiaji.

Sedangkan kepentingan pembatasan sosial, pihaknya sudah memberlakukan dulu.

"Jumlah jemaat di tempat ibadah seperti masjid sudah dibatasi hanya 50 persen. Sedangkan untuk tempat usaha seperti kafe dan mal, dulu 50 persen pengunjung, sekarang 25 persen."

"Selama Covid 19 ini, okupansi mal dan hotel tidak lebih dari 25 persen, kecuali saat weekend. Jadi akan kami modifikasi (peraturan PSBB)," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved