5 Poin Penting Kominfo Minta Pertanggungjawaban WhatsApp Berbagi Data Pribadi atau Akun Hilang
Ketahui, 5 poin penting desakan Kominfo minta pertanggungjawaban WhatsApp atas aturan berbagi data pribadi kalau tidak akun akan hilang
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo memanggil WhatsApp atas kebijakan barunya berbagi data pribadi pengguna ke Facebook.
Dengan aturan ini, WhatsApp akan meneruskan informasi pengguna yang bersifat pribadi seperti lokasi, alamat IP perangkat, dan daftar kontak.
Bahkan, sejumlah data mengenai perangkat milik pengguna juga dikumpulkan seperti level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler.
Begitu juga dengan informasi koneksi termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP.
Aturan itu rencananya akan berlaku efektif pada 8 Februari 2021.
Baca juga: WhatsApp (WA) Beri Kejutan di Tahun Baru 2021, Pengguna Akan Dimanjakan dengan Fitur-fitur Baru
Baca juga: Terkuak, Ini Alasan Warga Amerika Tidak Menyukai WhatsApp (WA), Dipicu Faktor Privasi dan Paket Data
Baca juga: Test Pack Hasilnya Positif, Ibu Hamil Terkejut yang Dikandung 9 Bulan Ternyata Bukan Bayi
Baca juga: Kronologi Bagian Sensitif Aura Kasih Bocor saat Mandi, Pakai Dibor Segala

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati.
Terlebih dalam menggunakan media sosial, dengan selalu membaca kebijakan privasi sebelum menggunakan layanan.
Sebab di dalam kebijakan privasi tersebut tak jarang akan meminta akses ke data pribadi pengguna.
"Ada berbagai platform media sosial yang tersedia."
"Kominfo meminta masyarakat untuk semakin waspada dan bijak dalam menentukan media sosial"
"Yang mampu memberi perlindungan data pribadi dan privasi secara optimal," ujar Johnny dikutip dari KompasTekno (12/1/2021) artikel 'WhatsApp Punya Aturan Baru, Menkominfo Imbau Masyarakat Bijak Pilih Medsos'.

Hal ini diperlukan agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan dan penggunaan data pribadi yang tidak sesuai aturan.
Kementerian Kominfo pun telah memanggil pihak Facebook dan WhatsApp regional Asia Pasifik terkait hal ini.
Johnny meminta pihak WhatsApp harus transparan terkait kebijakan baru yang berlaku.
Terkait pemanggilan pihak WhatsApp oleh Kominfo, ada beberapa point yang disampaikan.
Pertama, WhatsApp dapat membeberkan apa saja jenis-jenis data pribadi yang dikumpulkan.
Kedua, WhatsApp juga harus terbuka soal data mana yang diproses oleh WhatsApp, dan dibagikan kepada pihak ketiga.
Ketiga, WhatsApp diwajibkan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait tujuan dari pemrosesan data pribadi tersebut.
Keempat, wajib memberikan jaminan akuntabilitas pihak-pihak yang menggunakan data pribadi.
Kelima dan terakhir, WhatsApp juga diminta agar lebih patuh terhadap hukum yang mengatur perlindungan data pribadi di Indonesia.
Sebelumnya, kebijakan privasi WhatsApp ini jadi polemik, lantaran aturan itu "memaksa" pengguna setuju data-data itu diteruskan ke Facebook perusahaan induknya.
Pada notifikasi yang diterima SURYAMALANG.COM pada Kamis (7/1/21) WhatsApp menyampaikan kebijakan baru privasinya.
Adapun inti pembaruan yang disampaikan WhatsApp meliputi informasi:
- Layanan WhatsApp dan caranya memproses data
- Cara bisnis menggunakan layanan yang di-hosting oleh Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp
- Cara WhatsApp bermitra untuk menawarkan intergasi produk.

“Dengan mengetuk SETUJU, Anda menerima ketentuan dan kebijakan privasi baru yang akan berlaku pada tanggal 8 Februari 2021,” tulis WhatsApp dalam pengumuman tersebut.
Jika pengguna tidak sepakat, WhatsApp menyampaikan pengguna dapat mengunjungi pusat bantuan jika ingin menghapus akunnya.
Melansir Kompas.com dari Independent: Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Mulai 8 Februari 2021, Haruskah Pengguna Setuju?, pengumuman terkait ketentuan layanan dan kebijakan privasi baru tersebut akan mengharuskan pengguna menyetujui aturan privasi baru atau jika tidak pengguna akan kehilangan akses ke aplikasi.
Seorang Juru Bicara Whatsapp yang dikonfirmasi Independent mengonfirmasi bahwa semua pengguna harus setuju dengan persyaratan baru tersebut sebelum 8 Februari 2021 jika mereka ingin terus menggunakan Whatsapp.
Kemampuan WhatsApp pun semakin lama semakin bertambah lewat aneka fitur baru yang rajin disalurkan oleh pembuatnya seperti ulasan di bawah ini:
1. Kirim gambar tanpa mengurangi kualitasnya
Mengunggah gambar di WhatsApp seringkali harus mengorbankan kualitas.
WhatsApp akan secara otomatis terkompresi agar bisa dikirim.
Walhasil, gambar akan terlihat "pecah" saat dibuka karena resolusinya rendah.
Untuk mempertahankan kualitas agar tidak menurun dan tetap sesuai aslinya, lampirkan gambar sebagai dokumen dalam obrolan.
Caranya, klik ikon lampiran (gambar klip kertas) yang ada di sisi bawah.
Kemudian pilih dokumen > cari dokumen lain (di sisi paling atas) > pilih album foto yang dikehendaki > pilih foto > kirim.
2. Menyembunyikan pesan dengan arsip
Merasa terlalu banyak ruang obrolan (chatroom) di WhatsApp? Fitur "Arsip" bisa membantu untuk merapikan ruang obrolan.
Terutama, jika Anda masih ragu untuk menghapus keseluruhan pesan percakapan.
Dengan "Arsip", chatroom hanya akan disembunyikan dan akan muncul lagi ketika ada pesan baru masuk dari kontak yang disembunyikan tersebut.
Apabila ingin mengarsipkan beberapa percakapan saja, pilih chatroom yang dikehendaki, kemudian klik dan tahan (hold), lalu pilih ikon arsip yang digambarkan dengan kotak dan anak panah ke bawah.
Ikon arsip berada di sisi atas, tepatnya di tengah-tengah ikon senyap (mute) dan menu (titik tiga vertikal).
Apabila ingin mengarsipkan semua chat, buka pengaturan (setting) > chat > riwayat chat > arsipkan semua chat > ok.
Pesan yang diarsipkan masih bisa dicari dan chatroom akan kembali muncul ketika ada pesan baru diterima.
3. Mencari file dengan cepat
Tahun 2020, WhatsApp merilis fituyr untuk mempermudah penggunanya dalam mencari file, baik foto, video, GIF, maupun dokumen.
Untuk mencari file dengan jalan pintas, klik ikon pencarian yang digambarkan dengan ikon kaca pembesar, lalu pilih jenis file yang dicari, apakah foto, GIF, video, audio, dokumen, atau tautan.
Kemudia,n imbuhkan kata lain yang berkaitan dengan pencarian.
Sebagai contoh, apabila ingin mencari tautan dari Kompas.com di suatu percakapan, maka dalam pencarian pilih "link", lalu masukan kata "kompas.com".
Nantinya akan muncul beberapa percakapan yang memuat link tersebut.
4.Ekspor chat ke perangkat lain
Sebelum memindahkan WhatsApp ke perangkat lain, biasanya pengguna melakukan pencadangan ponsel.
Akan tetapi, tak jarang ada beberapa pesan yang terselip dan tidak ikut tercadangkan.
Salah satu opsi yang bisa digunakan adalah menggunaan fitur export chat.
Fitur ini akan mengirimkan seluruh riwayat obrolan di chatroom, termasuk pesan teks, audio, foto, maupun video.
Dengan demikian, pesan dari kontak yang dianggap penting tetap akan terselamatkan, apabila tidak ikut tercadangkan.
Pengguna bisa memilih, apakah ingin mengekspor pesan teks saja, atau mencakup pesan media (foto, video, audio) juga.
Apabila turut mengekespor pesan media, artinya ukuran file yang diekspor akan semakin besar.
Ekspor chat bisa dilakukan dengan cara membuka percakapan yang ingin diekspor.
Kemudian klik ikon menu > more > export chat.
Pesan bisa diekspor ke e-mail, cloud storage, atau aplikasi perpesanan lain.
5. Mencegah salah masuk kamar
Kadang kala, membuka aplikasi WhatsApp yang penuh dengan ruang obrolan bisa membuat salah masuk kamar chat.
Niat hati ingin mengirim pesan penting ke grup kantor atau kerabat, tapi yang terjadi justru menulis pesan ke kontak atau grup lain.
Untuk memperkecil kemungkinan salah masuk ini, pengguna bisa membuat shortcut atau pintasan chat yang bisa ditempel di layar utama ponsel.
Sehingga, pengguna akan langsung masuk ke ruang obrolan kontak tersebut tanpa terdistraksi pesan dari kontak lainnya.
Caranya, pilih kontak atau grup chat yang ingin dijadikan pintasan.
Kemudian klik dan tahan (hold) > klik menu > add shortcut (tambahkan pintasan) > add (tambahkan).
Shortcut percakapan akan otomatis muncul di layar utama dan bisa digunakan untuk langsung menuju ke kontak atau grup tertentu sehingga tidak salah masuk kamar.