Travelling
Situs Watukebo Banyuwangi, Sisa Pemukiman dan Perbengkelan Logam Era Kerajaan Majapahit
Situs Watukebo berada di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Penulis: Haorrahman | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Situs Watukebo berada di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Situs Watukebo pada masa lalu sebagai pemukiman dan perbengkelan logam selama abad 14 - 15 Masehi di masa Kerajaan Majapahit.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi bakal menjadian situs perbengkelan klasik ini menjadi museum situs terbuka (open site museum).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan masyarakat bisa berkunjung dan belajar benda-benda peninggalan di Situs Watukebo.
"Tidak perlu dibangun gedung baru. Masyarakat bisa langsung melihat benda-benda bersejarah langsung di tempat benda itu ditemukan," kata Bramuda kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (15/1).
Sesui hasil penelitian dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Perhutani Banyuwangi Utara, Situs Watukebo pada masa lalu sebagai pemukiman dan perbengkelan logam selama abad 14 - 15 Masehi di masa Kerajaan Majapahit.
“Kami bersyukur masyarakat di sekitar situs sangat peduli dan turut menjaga kelestarian."
"Beberapa benda sudah diselamatkan Perhutani Banyuwangi Utara dan ditaruh di kantor mereka sebagai sampel,” kata Bramuda.
Tim ahli Arkeologi Disbudpar Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo menjelaskan bukti yang mengindikasikan situs tersebut merupakan perbengkelan logam terlihat dari ditemukannya terak besi, tungku perapian, fragmen tanur atau bekas lelehan besi, dan fragmen kowi yaitu alat untuk melelehkan logam.
Juga ada temuan lainnya seperti gerabah, gandik (uleg-uleg), keramik China, susunan batu-batu alam, struktur bata merah dan bekas galian yang diduga sebagai makam Mbah Janur Kuning.
“Situs perbengkelan klasik semacam ini baru pertama kali ditemukan atau satu-satunya di Pulau Jawa."
"Ada situs perbengkelan serupa di wilayah lain di Indonesia yaitu di tepi Danau Matano, Sulawesi Selatan dan Martapura, Kalimantan Selatan, namun berbeda periodisasi,” tutur Bayu.
Situs Watukebo telah diregistrasi di Disbudpar Banyuwangi sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).
Artinya, perlakuan dan perlindungannya dianggap sama seperti cagar budaya.
Awalnya Perhutani Banyuwangi Utara melaporkan temuan tersebut kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Kemudian BPCB menunjuk arkeolog Disbudpar Banyuwangi dibantu Balai Arkeologi DIY meneliti cagar budaya ini.
"Saat pengecekan, kami menemukan banyak situs di permukaan. Jika diperlukan, kami akan lakukan penggalian," tambah Bayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/situs-watukebo-berada-di-dusun-maelang-desa-watukebo-kecamatan-wongsorejo-banyuwangi.jpg)