Berita Mojokerto Hari Ini
Sekolah Ambruk di Kabupaten Mojokerto, Tak ada Angin Tak Ada Hujan Bangunan SDN Mojolebak Ambruk
Material puing-puing dinding tembok berwarna hijau tosca dan kayu bercampur genteng atap bangunan sekolah tampak masih berserakan
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Mohammad Romadoni , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Sebuah bangunan ruangan sekolah ambruk di SD Negeri Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Kerusakan paling parah bangunan sekolah dasar tersebut pada bagian dinding tembok dan atap yang hancur mencapai 90 persen.
Material puing-puing dinding tembok berwarna hijau tosca dan kayu bercampur genteng atap bangunan sekolah tampak masih berserakan di lantai.
Bahkan, reruntuhan dinding tembok sekolah itu tercecer di pinggir jalan raya.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian materi akibat kerusakan bangunan sekolah itu diperkirakan mencapai ratusan juta.

Safian (70) mantan penjaga sekolah SDN Mojolebak, mengatakan robohnya bangunan sekolah di bekas sekolah SDN Mojolebak 2 terjadi saat cuaca cerah pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 11.45 WIB kemarin.
Safian yang tinggal di rumah dinas Kepsek SDN Mojolebak persis di belakang lokasi kejadian bahkan sempat mendengar suara keras saat ambruknya tembok ruangan guru yang kini difungsikan untuk gudang penyimpanan kursi dan meja.
"Saya mendengar ada suara keras yang berasal dari sekolah SDN Mojolebak ternyata bangunan ruangan guru ambruk," ungkapnya, Jumat (22/1/2021).
Menurut dia, peristiwa ambruknya tembok bangunan SDN Mojolebak itu terjadi saat tidak ada aktivitas di lingkungan sekolah karena siswa melakukan pembelajaran daring selama Pandemi Covid-19.
Penyebab gedung ruangan sekolah ambruk diduga faktor kontruksi bangunan yang sudah lapuk karena dibangun sejak tahun 1972.
"Bangunan sekolah itu tiba-tiba roboh padahal cuaca cerah tidak hujan saat itu tidak ada orang karena ruangan guru sudah dipindahkan," terangnya.
Plt.Kepala Sekolah SDN Mojolebak, Slamet menjelaskan pihaknya sudah melaporkan kerusakan bangunan sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Dia membeberkan kondisi bangunan memang sudah tidak layak digunakan sehingga manfaatkan sebagai gudang penyimpanan meja maupun kursi.
"Jadi bangunan itu dulunya adalah kantor guru yang sekarang dipakai gudang dan di sana ada empat ruangan untuk tenaga pendidik serta dua ruang pertemuan," jelasnya.
Slamet menyebut bangunan sekolah yang rusak itu sudah tidak digunakan semenjak SDN 1 Mojolebak dimarger dengan SDN 2 Mojolebak.
Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemdes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bantuan tenaga membersihkan material bangunan.
"Kami melaporkan terkait kerusakan sekolah dan sudah ditinjau oleh Dindik Kabupaten Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut," tandasnya,