Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Evaluasi Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, RSSA Kota Malang Evaluasi Pemberian Identitas di Peti

Hingga saat ini, pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 di RSSA Malang menggunakan mekanisme pemberian identitas di peti jenazah.

SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo 

Penulis : Kukuh Kurniawan , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang akan mengevaluasi pemberian identitas di peti jenazah yang akan dimakamkan untuk mengantisipasi agar kejadian jenazah tertukar tidak terulang kembali. 

Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo mengatakan, pemberian identitas di setiap peti jenazah akan ditinjau ulang.

Bagaimana pemberian identitas di setiap peti jenazah yang terbaik untuk diterapkan nantinya akan diputuskan bersama jajaran manajemen di RSSA Malang.

"Tentunya kami akan melakukan evaluasi. Kami akan putuskan di tingkat manajemen, nanti seperti apa," ujar Dony, Sabtu (30/1/2021).

Ia menjelaskan hingga saat ini, pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 menggunakan mekanisme pemberian identitas di peti jenazah.

Yakni dengan menuliskan nama jenazah di peti jenazah menggunakan spidol permanen.

"Selama ini identitas jenazah di peti dari rumah sakit cuma dikasih spidol, yang bertuliskan jenazah atas nama dan nomor ini. Atau gelang pasien yang dikenakan pasien waktu masih hidup, itu akan dipaku di peti. Dan sebenarnya selama ini sudah terbaca, dan tidak ada masalah," bebernya.

Sementara itu, disinggung mengapa tidak menggunakan kertas agar lebih jelas terkait penamaan identitas di peti jenazah, Donny mengaku jika menggunakan kertas tidak akan tahan lama dan cepat rusak.

"Kalau di kertas, tidak akan tahan lama dan mudah rusak. Dan kalau sudah rusak, akan menyulitkan petugas yang memakamkan," tambahnya.

Dirinya menerangkan terkait pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19, dibutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam. Di mana jenazah tersebut siap diberangkatkan untuk dimakamkan.

"Mulai dari meninggal, dimandikan, disterilisasi, hingga siap dimakamkan, dibutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam tiap satu jenazah," ungkapnya.

Ia pun menambahkan, terkait data kematian yang dibagikan oleh pihak RSSA Malang, belum tentu semuanya merupakan pasien RSSA Malang.

"Kalau saya share data kematian atau share tatalaksana di kamar jenazah, itu belum tentu semua pasien dari RSSA. Melainkan pasien dari rumah sakit lain, yang mana untuk penatalaksanaannya dengan protokol Covid 19 dibawa menuju RSSA Malang," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved