Breaking News:

Pertaruhan Karier Politik AHY dan Moeldoko di Balik Isu Kudeta Partai Demokrat

Isu pengambilalihan paksa di Partai Demokrat menjadi ujian bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Zainuddin
Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimukti Yudhoyono 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Isu pengambilalihan paksa di Partai Demokrat menjadi ujian bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Isu pengambilalihan paksa ini menjadi momentum bagi AHY untuk membuktikan kualitas dan kapasitasnya di hadapan rakyat Indonesia.

"Menukil pepatah, nakhoda yang hebat tidak lahir dari lautan yang tenang. Sebaliknya, nahkoda yang hebat adalah nakhoda yang terbiasa mengarungi badai dan gelombang," kata Mochtar W Oetomo, pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/2/2021).

Menurutnya, AHY dan Partai Demokrat akan dapat menikmati indahnya pelangi bila mampu melewati badai dan gelombang ini.

Mochtar menilai keberanian AHY dengan cepat dan sigap mengungkap pada publik menjadi kekuatan tersendiri yang layak diperhitungkan.

Apalagi sosok yang dilawan merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang juga mantan Panglima TNI Moeldoko.

"Bukan hal sederhana untuk berhadapan secara vis a vis dengan Moeldoko yang Jenderal Purnawirawan. Bahkan sekarang tengah kuat-kuatnya sebagai KSP," terangnya.

Menurut Mochtar, langkah yang diambil AHY ini bukan tanpa risiko.

Terlepas dari hal itu, justru kian mensolidkan Partai Demokrat untuk menghadapi badai bersama-sama.

"Satu per satu DPD dan DPC Partai Demokrat menyatakan loyalitasnya dan mengecam KSP Moeldoko. Partai Demokrat mendapat momentumnya untuk bangkit bersama," imbuhnya.

Jika tokoh sekaliber KSP Moeldoko saja bisa dibuat gelagapan, maka kualitas dan kapasitas AHY jelas tidak bisa diremehkan.

Secara internal, ini menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk merapatkan barisan menghadapi musuh sekaligus membersihkan 'figur penghianat' di dalam.

"Momentum ini menjadi peluit peringatan bagi kekuatan-kekuatan yang ingin mengganggu soliditas partai. Momentum ini akan berdampak positif secara elektoral, baik bagi AHY sendiri maupun Partai Demokrat," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan keterlibatan Moeldoko dalam isu pengambilalihan paksa Partai Demokrat akan menjadi pertaruhan bagi karier politiknya.

"Ini berisiko terhadap karier politik Pak Moeldoko," kata Surokim.

"Kegaduhan pengambilalihan paksa Partai Demokrat telah menyeret nama banyak pihak, termasuk nama Presiden Jokowi," kata dia.

Apalagi sekarang negara sedang fokus menyelesaikan banyak problem bangsa dan negara, mulai dari persoalan pandemi, hingga krisis ekonomi.

"Manuver ambil alih paksa ini memiliki implikasi yang panjang. Saya juga terkesan terburu-buru dan dipaksakan, sehingga begitu mudah diidentifikasi dan dibongkar," tegasnya.

Di sisi lain, kegaduhan pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini melahirkan sejumlah spekulasi.

"Bisa jadi kegaduhan dan riak ini akan makin membuat solid Partai Demokrat dan membangunkan kekuatan partai yang terpendam selama ini," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved