Senin, 20 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Satu Orang Korban Jiwa Bencana Banjir Ngantang Ditemukan

Satu orang korban jiwa bencana alam banjir di Ngantang telah ditemukan di Bendungan Selorejo.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
DISKOMINFO BATU
Jalur utama penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri terputus karena longsor di Kecamatan Pujon, Rabu (3/2/2021). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengatakan satu orang korban jiwa bencana alam banjir di Ngantang telah ditemukan di Bendungan Selorejo.

Korban yang merupakan warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang itu ditemukan petugas pada Rabu (3/2/2021).

Dijelaskan Bagyo, yang menemukan adalah petugas dari Basarnas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad yang ditemukan bernama Kamid.

Kamid dan istrinya bernama Sumiah, dilaporkan hilang saat hujan lebat yang mengakibatkan banjir besar.

"Petugas Basarnas menemukan satu orang warga Ngantang yang menjadi korban jiwa bencana alam banjir. Peristiwa sudah dua hari yang lalu, saat banjir. Sudah ditemukan Rabu kemarin di Bendungan Selorejo," ungkap Bagyo, Kamis (4/2/2021).

Pasangan suami istri asal RT 6/RW 1 Dusun Nglaju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang itu dilaporkan hilang diduga terseret arus Kali Konto yang meluap akibat hujan deras.

Hingga saat ini, petugas Basarnas masih melakukan pencarian terhadap Sumiah di Bendungan Selorejo.

Kasat Sabhara Polres Batu, AKP Achmad Zainuddin mengatakan, informasinya waktu itu pasutri tersebut pulang bertani.

Seketika hujan deras turun dan mereka berteduh di gubuk bambu yang terletak di Dusun Sukoanyar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang.

"Naas tiba-tiba air meluap dan menyeret keduanya serta gubuk dan kendaraan miliknya," jelas Zainuddin, Kamis (4/2/2021).

BPBD Malang menjelaskan, kondisi tebing di kawasan Ngantang hingga Pujon masih rawan longsor karena musim hujan.

Pengendara diimbau berhati-hati ketika melintas atau saat hujan lebat.

Pengendara harus secepatnya menghindari kawasan rawan longsor, apalagi malam hari. Bagyo juga menyarankan agar pengendara menyediakan bahan makanan di iendaraan.

"Kalau ada apa-apa bisa survival atau untuk bertahan hidup," ungkapnya.

BPBD Kabupaten Malang menghadapi kendala cuaca dalam upaya pembersihan material longsor di jalanan.

BPBD Kabupaten Malang mencatat, longsor yang terjadi akibat lahan resapan di kawasan atas sudah beralih fungsi.

"Saya kurang tahu, apakah lahan itu milik Perhutani atau masyarakat," ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved