Breaking News:

Kelas Sufla, Kelas Wustho, dan Kelas Ulya di Musyawarah Pagi Ponpes Masjid Agung Jami’ Kota Malang

Musyawarah pagi menjadi cara santri untuk meningkatkan literasi di Pondok Pesantren Masjid Agung Jami’ Kota Malang.

Arya Wahyu Pratama
Musyawarah pagi menjadi cara santri untuk meningkatkan literasi di Pondok Pesantren Masjid Agung Jami’ Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM - Musyawarah pagi menjadi cara santri untuk meningkatkan literasi di Pondok Pesantren Masjid Agung JamiKota Malang.

Jadi, santri tidak hanya harus mengikuti kegiatan pengajian diniyah setiap hari, tapi juga wajib mengikuti musyawarah pagi setiap selesai Salat Subuh.

Pengurus Divisi Pendidikan Pondok Pesantren Masjid Agung JamiKota Malang, Ibrahim Nur Afrizal Dahlan mengungkapkan kegiatan itu untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan santri dalam memahami kitab kuning.

Dalam kegiatan itu para santri dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu sufla (dasar), wustho (menengah), dan ulya (atas).

Santri di tingkat mana pun sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membaca dan memahami kitab yang menjadi bagiannya.

"Kitab yang dikaji santri-santri di kelas sufla adalah kitab Safinatun Naja, sedangkan santri di kelas wustho adalah kitab Fathul Qorib, dan santri di kelas ulya adalah kitab Fathul Mu’in," ujarnya.

Musyawarah bukanlah hal yang baru di kalangan pesantren.

Musyawarah sudah menjadi semacam sarapan pagi bagi para santri yang tidak dapat ditinggalkan di lingkungan pondok pesantren salaf.

Santri salaf biasa menyebutnya dengan bahtsul masail yang di dalamnya ada para santri sebagai peserta musyawarah, para ustaz sebagai perumus, dan para kiai yang menjadi penashih.

Pondok Pesantren Masjid Agung Jami adalah lembaga pendidikan non-formal di bawah naungan Yayasan Masjid Agung Jami Kota Malang.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved