Breaking News:

Kiprah Peretas Korea Utara Sita Perhatian Dunia, Bermula dari Aksi Balas Dendam Film The Interview

Peretasan diduga dilakukan sebagai aksi balas dendam atas film satir The Interview yang mengejek Kim Jong Un.

Pixabay/TheDigitalArtis
ILUSTRASI - Hacker. 

SURYAMALANG.COM - Pasukan peretas Korea Utara sedang menyita perhatian dunia.

Baru-baru ini muncul laporan dari Badan Intelijen Korea Selatan bahwa peretas Korea Utara mencoba mencuri data vaksin Pfizer-BioNTech.

Badan Intelijen itu memberi tahu parlemen bahwa peretas Korea Utara mencoba mencuri formula pembuatan vaksin Pfizer, kata anggota parlemen Ha Tae-keung kepada para wartawan setelah sidang tertutup, dikutip dari AFP.

Korea Utara dikenal memiliki ribuan personel peretas terlatih yang telah menyerang perusahaan, institusi, dan para peneliti di Korea Selatan serta tempat lain.

Sebelum kasus ini, PP melaporkan peretas Korea Utara pada pekan lalu karena diduga telah mencuri lebih dari 300 juta dollar AS (Rp 4,18 triliun) dalam bentuk kriptokurensi untuk mendanai program senjatanya.

Pereta Korea Utara juga pernah meretas lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan untuk meraup dana bagi pengembangan nuklir dan rudal Pyongyang, tulis dokumen PBB yang dikutip AFP.

Disebutkan pula bahwa mayoritas uang didapat dari dua pencurian akhir tahun lalu.

Kemampuan perang dunia maya Pyongyang mulai menyita atensi dunia pada 2014 setelah dituduh meretas Sony Pictures Entertainment.

Peretasan diduga dilakukan sebagai aksi balas dendam atas film satir The Interview yang mengejek Kim Jong Un.

Ulah hacker membuat beberapa potongan film bocor meski belum tayang, dan banyak dokumen rahasia lainnya yang disebar secara online.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved