Sabtu, 25 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Mengenal Sosok Sanusi, Pengusaha Tebu yang Kini Jadi Bupati Malang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik Muhammad Sanusi​ sebagai bupati Malang  pada​ Jumat (26/2/2021).

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Bupati Malang, Sanusi. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN -  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik Muhammad Sanusi​ sebagai bupati Malang  pada​ Jumat (26/2/2021).

Pengusaha tebu asal Gondanglegi kini menjadi orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang.

Sebelum meraih kursi orang nomor satu di Pemkab Malang, Sanusi telah​ menelan asam garam di dunia politik maupun pemerintahan.

Terjun ke dunia politik, awalnya bukan merupakan angan yang harus terwujud bagi sosok Muhammad Sanusi.

Sebelum menjadi seperti sekarang, Sanusi dulunya dikenal sebagai pengusaha tebu yang tersohor di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Pria kelahiran Malang​ 20 Mei 1960 itu lebih dulu mengawali karirnya sebagai guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Filial Gondanglegi tahun 1983.

Pada tahun 1998, Sanusi mengenal dunia politik praktis. Sebagai pengagum kiai Nahdlatul Ulama (NU) Abdurahman Wahid (Gus Dur), Sanusi selalu mengikuti perkembangan dunia politik kala itu.

Selama menjadi kader PKB, beberapa jabatan penting diemban oleh Sanusi.

Di antaranya Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang pada periode 1999-2004.

Periode berikutnya Sanusi didapuk sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2004-2010.

Salah satu motivasi Sanusi kembali terjun ke dunia politik adalah, karena sudah mengantongi restu dari para sesepuh kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Malang.

Restu itu akhirnya mengantarkan alumnus UIN Malang ini berebut suara rakyat bersaing dengan Dewanti Rumpoko dan Nurcholis kala itu.

Perolehan presentasi suara 51,63 % mengantarkan Sanusi menjabat sebagai Wakil Bupati Malang, mendampingi Rendra Kresna yang menjabat sebagai Bupati Malang.

Bahu-membahu bersama Rendra Kresna, Sanusi ingin mewujudkan Kabupaten Malang dengan visi misi yang diusung. Yakni, pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata , peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Pada Oktober 2018 Sanusi mengantikan Rendra Kresna yang terjerat kasus korupsi. Akhirnya Sanusi didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang.​ Nama Sanusi seketika mencuat menjadi kepala daerah usai secara definitif dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah 2019 silam.

Bersanding dengan PDIP Raih Kursi Bupati Malang

Muhammad​ Sanusi semula merupakan​ kader PKB. Pada Pilkada Malang 2020, suami dari Anis Zaidah ini berlabuh ke PDIP karena telah​ mendapatkan surat rekomendasi pencalonan Bupati Malang.

Muhammad Sanusi berpasangan dengan Didik Gatot Subroto dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Malang 2020 diusung PDI Perjuangan (PDIP).

Sanusi merupakan kandidat petahana. Sedangkan Didik Gatot Subroto saat itu​ menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang.

“Bila diusung oleh partai lain maka saya harus berhenti dari partai asal.​ Karena saya dicalonkan oleh PDIP, maka saya harus mendaftar sebagai anggota,” ujar Sanusi kepada Surya pada​ Rabu (19/2/2020).

Keputusan Sanusi berbuah manis. Dirinya menang Pilkada Malang 2020. Unggul dari 2 pasangan calon lainnya yakni Lathifah-Didik​ dan Sam HC-Gunadi.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, pasangan nomor urut 1 itu memperoleh 530.449 suara atau 45,51 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) memperoleh 491.816 atau 42,19 persen.

Pasangan nomor urut 3, Heri Cahyono-Gunadi Handoko (Malang Jejeg) memperoleh 143.327 suara atau 12,30 persen.

KPU Kabupaten Malang akhirnya​ menetapkan Muhammad Sanusi dan Didik Gatot Subroto sebagai Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang terpilih pada Kamis (21/1/2021)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved