Kamis, 7 Mei 2026

Travelling

Kolam Pemandian Alam Tasnan Dulu dan Sekarang, Warga Masih Rasakan Aura Angker

Pohon Ara mengesankan keangkeran Kolam Pemandian Alam Tasnan di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Danendra Kusuma
Kolam Pemandian Alam Tasnan di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso. 

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Pohon Ara mengesankan keangkeran Kolam Pemandian Alam Tasnan di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Sejumlah warga menganggap pohon yang menjulang tinggi di samping kolam itu keramat.

Bahkan ada warga yang menggelar ritual bakar dupa dan membawa sesajen.

Beberapa tahun silam, wisata pemandian alam ini memang mangkrak dan kolamnya berlumut.

Apalagi beredar cerita warga terkait insiden anak tenggelam pada sekitar tahun 2000-an.

Tenggelamnya anak kecil di kolam ini lantas dikaitkan dengan penghuni tempat wisata itu yang meminta tumbal.

Kini Pemandian Alam Tasnan telah bersolek. Kawasan pemandian itu tampak bersih.

Air kolamnya juga jernih karena berasal dari sumber alami dan tanpa kaporit.

Petugas tiket kolam renang, Fitri mengatakan sebenarnya Pemandian Tasnan sudah menjadi tempat yang nyaman untuk berenang setelah diperbaiki.

Pemandian alam Tasnan rutin dibuka kembali di era new normal pandemi Covid-19 mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Wyang ingin merasakan berenang di bawah pohon rindang nan sejuk, patut mengunjunginya.

Pemandian ini memang bersebelahan dengan hutan pinus.

"Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000. Kalau hari libur tarifnya Rp 12.000," kata FItri kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (26/2/2021).

Fitri mengakui Pemandian Tasnan sempat mangkrak dan tanpa pengelolaan.

"Sekarang kondisinya sudah cukup bagus. Kolamnya bersih. Kami kuras menguras kolam dua kali dalam sepekan. Kalau dulu sangat kotor dan tidak terawat," ungkapnya.

Tapi, sampai sekarang kesan angker belum memudar sepenuhnya.

Pengunjung pun melakukan beragam cara agar tak diganggu makhluk halus.

"Kalau mau masuk ke pemandian ini, ada beberapa pengunjung desa yang membaca selawat. Setelah itu baru mereka renang seperti biasa."

"Sebenarnya tidak ada kejanggalan yang aneh ketika berenang di sini," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved