Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Meski Sudah Ada Perwali, Pembalajaran Tatap Muka di Batu Tunggu PPKM Mikro Selesai

Rencana pembelajaran tatap muka di Kota Batu kembali gagal karena Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Kepala Dinas Pendidikan Batu, Eny Rachyuningsih. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Rencana pembelajaran tatap muka di Kota Batu kembali gagal karena Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang.

Kepala Dinas Pendidikan Batu Eny Rachyuningsih menerangkan, meskipun sudah ada Perwali Kota Batu Nomor 6 tahun 2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, namun tidak boleh melangkahi kebijakan di atasnya, yakni mengenai PPKM skala mikro.

“Jika PPKM selesai, baru bisa dilaksanakan. Kami tidak bisa melangkahi kebijakan di atasnya. PPKM ini kan kebijakan nasional,” ujar Eny.

PPKM skala mikro akan berlangsung hingga 8 Maret mendatang. Jika tidak diperpanjang, maka anak-anak bisa sekolah tatap muka di sekolah.

Sebaliknya, jika masih diperpanjang, maka harapan anak-anak untuk bisa belajar di sekolah sementara waktu ditunda.

Secara teknis, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dimulai dari jenjang SMP lalu SD.

Sekadar informasi, Dinas Pendidikan setingkat kota atau kabupaten menaungi SD dan SMP, sedangkan SMA berada dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi.

Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah harus melengkapi administrasi yang sesuai untuk menunjang kepastian protokol kesehatan.

Kelengkapan administrasi mengenai hal itu dikirim ke Dinas Pendidikan Batu.

Selain itu, para wali murid juga harus menyetujui pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Hal itu sesuai dengan isi Perwali yang telah disahkan.

Lalu, pembatasan isi kelas yang maksimal hanya boleh terisi 50 persen saja.

“Siswa dari zona merah dan pernah kontak harus isolasi mandiri selama tiga hari terlebih dahulu. Kemudian ditindaklanjuti dengan swab dan dipastikan dulu menunjukkan hasil negatif baru bisa mengikuti proses pembelajaran,” ungkapnya.

Kata Eny, sebenarnya mayoritas sekolah tingkat SMP di Kota Batu telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Hanya saja memang belum ada kebijakan yang bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kali ini.

“Sebenarnya untuk SMPN di Kota Batu sudah 90 persen siap,” paparnya.

Di Kota Batu, sekolah yang telah menerapkan pembelajaran tatap muka ada di SMK N 2 Batu, Pondok Al Izzah, SDN 4 Gunungsari dan SLBN Kota Batu.

SDN 4 Gunungsari di Dusun Brau menerapkan pembelajaran tatap muka karena terkendala jaringan internet dan murid per kelas tidak lebih dari 10 anak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved