Berita Malang Hari Ini

Investasi Rp 7 Miliar, Kampus 2 ITN Malang Miliki PLTS 500 KWp, Gandeng PT Wika dan PT Sun Energy

Investasi Rp 7 Miliar, Kampus 2 ITN Malang Miliki PLTS 500 KWp, Gandeng PT Wika dan PT Sun Energy

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan ground breaking pembangunan PLTS berdaya 500 KWp dibangun di kampus 2 ITN Malang, Jumat (5/3/2021). Nilai investasinya Rp 7 miliar. ITN bekerjasama dengan PT Wika Persero dan PT Sun Energy. Pembangunan ditargetkan selesai antara tiga sampai empat bulan mendatang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kampus 2 ITN Malang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Persero dan PT Surya Utama Nuansa (Sun) Energy.

Ground breaking dilakukan pada Jumat (5/3/2021). Kapasitasnya 500 KWp/0,5 MWp. Nilai investasinya Rp 7 miliar.

"Ini satu-satunya PLTS di Jawa dan kedua setelah di Sumatera," jelas Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE pada wartawan usai kegiatan.

Dijelaskannya, ITN memiliki jurusan-jurusan yang bisa mengembangkan renewable energy.

"Kita (Indonesia) punya potensi luar biasa  termasuk tenaga surya," tambahnya.

Menurutnya, jika membuat panel-panel PLTS dalam jumlah sedikit, dosen dan mahasiswa masih bisa. Tapi untuk membuat banyak panel, maka perlu investor.

Kemudian, PT Wika dan PT Sun Energy berkolaborasi dengan ITN untuk mewujudkan PLTS itu. Apalagi lahan di kampus 2 cukup luas. Sehingga mereka bekerjasama.

"Mereka kesulitan lahan. Dan ITN memilikinya," jelasnya.

Lahan seluas 1 hektare nanti bisa terisi lebih dari 1000 panel. Hasil PLTS nantinya, selain untuk memenuhi kebutuhannya, juga bisa diekspor ke PLN. Namun sementara untuk memenuhi kebutuhan kampus.

"Di kampus 2 ini akan dibangun kampus terintegrasi. Energi listrik saat ini mungkin kurang nanti. Maka bisa menambah lagi 0,5MWp," papar Lomi.

Diharapkan, pembangunan PLTS akan selesai tiga sampai empat bulan lagi. Keberadaan PLTS ini sebagai upaya mewujudkan penggunaan renewable energy di Indonesia pada 2025 mencapai 23 persen.

Namun nampaknya perguruan tinggi yang lebih antusias untuk membangun PLTS karena bisa untuk pembelajaran juga.

"Nanti jika sudah dioperasionalkan akan dipakai untuk kebutuhan kampus dulu."

"Apalagi semester ini akan hibrid pembelajarannya. Akhir semester nanti, lab-lab akan bekerja semua. Tentu kebutuhan energi juga tinggi," kata Lomi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved