Breaking News:

Nasional

Indonesia Pakai Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Ini Perbedaannya, Mulai dari Kemanjuran Hingga Harga

Indonesia Pakai Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Ini Perbedaannya, Mulai dari Kemanjuran Hingga Harga

Editor: eko darmoko
DW Indonesia via Kompas.com
Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh China, Sinovac. 

SURYAMALANG.COM - Dua vaksin digunakan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca.

Izin edar terhadap dua vaksin ini sudah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, Pemerintah Indonesia telah menerima 38 juta dosis vaksin dari Sinovac dan 1,1 juta dosis vaksin dari AstraZeneca.

Kedua vaksin tersebut sama-sama digunakan untuk program vaksinasi massal pemerintah guna memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Vaksin dari Sinovac merupakan buatan perusahaan biofarmasi asal China, yakni Sinovac.

Nama asli vaksin tersebut sedianya ialah CoronaVac.

Sedangkan vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi dari Inggris AstraZeneca beserta Oxford University.

Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi dari Inggris AstraZeneca beserta Oxford University.
Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi dari Inggris AstraZeneca beserta Oxford University. (flickr.com)

Keduanya sama-sama telah lulus uji keamanan dan efikasi sehingga layak digunakan utnuk vaksinasi Covid-19 secara massal.

Keduanya juga sama-sama bisa disimpan di suhu yang tak terlalu rendah yakni di kisaran 2-8 derajat celsius sehingga memudahkan proses distribusi dan penyimpanan.

Kendati demikian ada sejumlah perbedaan di antara kedua vaksin tersebut mulai dari tingkat efikasi, skema pengadaan, hingga harga.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved