Berita Malang Har Ini

Malang Menari Untuk Indonesia, Wadahi Penari Yang Rindu Ruang Seni Saat Pandemi Covid-19

Acara ini digelar untuk menanamkan cinta budaya pada generasi penerus. Sehingga ada jiwa nasionalisme buat mereka.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan pentas budaya "Malang Menari Untuk Indonesia" di lobi DPRD Kota Malang, Minggu (14/3/2021). 

Penulis : Sylvianita Wdyawati , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pentas budaya digelar oleh Departemen Seni dan Budaya Ikatan Alumni (IKA) Universitas Brawijaya, Komunitas Malang Mbois dan Sanggar Tari Danendar lewat "Malang Menari Untuk Indonesia" di lobi gedung DPRD Kota Malang, Minggu (14/3/2021).

Kenjo Ayu Wulandari, Ketua Panitia menyatakan ada sejumlah penari usia 4,5 tahun sampai 20 tahun yang terlibat.

"Selama ini mereka terus berlatih saat pandemi Covid-19. Mereka rindu ruang seni. Maka kami beri ruang untuk memberi tauladan pada yang lainnya," jelas Kenjo pada wartawan di sela acara.

Ada beberapa tarian yang disajikan di panggung itu.

Dikatakan, acara ini dibuat untuk menanamkan cinta budaya pada generasi penerus. Sehingga ada jiwa nasionalisme buat mereka.

"Jika bukan kami, generasi di atas mereka yang mengajari, siapa lagi?" tambahnya.

Tarian-tarian disajikan dalam beberapa sesi.

Selain tarian, juga ada dua perupa yaitu Achmad Bansori dan Shierly yang menunjukkan kepiawaian membuat sketsa tamu undangan yang datang di atas media kertas.

Selain ini juga ada tampilan campursari dengan alunan keyboard.

Beberapa tarian yang disajikan seperti Beskalan, Remo Bolet, Bapang, dan Dongklak.

Salah satu tarian, Tari Remo Bolet dari Jombang, mengisahkan perjuangan seorang pangeran yang gagah berani melawan musuh.

Ciri khas tariannya adalah gerakan tari yang lincah dan ditambah hentakan kaki yang bersama-sama.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved