Rabu, 15 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Profauna Kritik Wacana Industrialisasi Kelapa Sawit di Malang Selatan

Profauna mengkritisi wacana penanaman dan pembangunan industri kelapa sawit di Malang Selatan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Profauna mengkritisi wacana penanaman dan pembangunan industri kelapa sawit di Malang Selatan.

Organisasi penggiat lingkungan tersebut khawatir tanaman kelapa sawit bisa mengancam ketersediaan air di Malang Selatan.

"Dampak yang kentara misalnya terancamnya sumber air. Karena pohon sawit ini rakus terhadap air. Sementara di Malang Selatan rawan kekeringan," ujar Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid ketika dikonfirmasi.

Kata Rosek, tanaman kelapa sawit ketika ditanam secara massal akan menggerus keanekaragaman hayati.

Pasalnya, vegetasi homogen akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

"Keragaman flora dan satwa akan menurun drastis. Pasalnya kelapa sawit ini bersifat homogen. Perubahan iklim pasti akan terjadi karena pohonnya homogen," ujar Rosek.

Rosek merasa skeptis jika penanaman kelapa sawit tetap dilakukan.

Menurutnya, resiko jangka panjang kerusakan lingkungan akan menerpa Malang Selatan.

"Fakta yang terjadi di luar Jawa, kelapa sawit punya banyak masalah ke lingkungan. Misalnya keanekaragaman hayati yang menurun. Saya pikir pemerintah harus hati-hati dan jangan tergesa-gesa," pesannya.

Rosek menilai kondisi keanekaragaman hayati di Malang Selatan telah rusak dan memperihatinkan.

Rosek mengaku kini tidak bisa melihat satwa-satwa liar di Malang Selatan.

"Memprihatikan. Kami sedang fokus mengamati hutan dan fauna di Malang Selatan. Terus terdegradasi dengan adanya JLS, bahkan kalau sekarang adanya kelapa sawit akan seperti apa?," herannya.

Rosek menyarankan harus ada kajian dampak lingkungan yang mendalam tentang sawit.

Tak hanya itu, risiko konflik sosial masyarakat bisa saja timbul.

"Kenapa harus sawit? Di sana banyak potensi lain yang lebih ramah lingkungan dan juga punya potensi yang lebih ramah lingkungan. Seperti pengembangan wisata alam dan penanaman pohon buah-buahan yang punya nilai ekonomis tinggi," tutup Rosek.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved