Breaking News:

Berita Lumajang Hari Ini

Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka April 2021, Kuota Cuma 30 Persen

jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka pada awal bulan April 2021.

SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
Pendaki di Puncak Gunung Semeru, Mahameru, pada pendakian tahun 2012. 

Berita Lumajang Hari Ini
Reporter: Tony Hermawan
Editor: Irwan Sy

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - Plt Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Novita Wardani menyebut, jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka pada awal bulan April 2021. 

Keputusan itu diambil setelah BB TNBTS melakukan rapat koordinasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru, Forkopimda, aparat Desa Ranupane, dan kalangan masyarakat.

"Pendakian Gunung Semeru akan dibuka dan dirilis tanggalnya secara resmi secepatnya. Yang jelas dari hasil rakor pendakian Semeru akan dibuka Awal April," kata Novita, Selasa (30/3/2021).

Novita melanjutkan pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan di lapangan, misalnya membersihkan semak belukar yang menutup jalur pendakian, memperbaiki jalur yang longsor, serta memasang papan imbauan.

Katanya, ketika jalur pendakian Gunung Semeru dibuka, pihaknya bakal menerapkan skrining kesehatan ketat bagi para pengunjung.

Itu dilakukan agar Gunung Semeru tidak menjadi kluster penyebaran virus corona. 

Selain itu, pada awal pembukaan pihaknya tidak bisa membuka kuota pendaki secara banyak.

Pengunjung akan dibatasi 30 persen dari kuota normal.

"Dengan lama pendakian maksimal 3 hari 2 malam. Tapi nanti kalau dari evaluasi ternyata aman bertahap kuota kami tingkatkan hingga 50 persen," ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Novita, di awal pembukaan pendaki hanya direkomendasikan berkunjung sampai batas 1 kilometer dari Puncak Mahameru. 

Artinya, kawasan terakhir yang boleh dikunjungi pendaki hanya sampai di Kalimati.

"Imbauan itu karena aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif," ungkapnya.

Sebagai catatan, pendakian Gunung Semeru sejak 30 November akibat adanya peningkatan klimatologi dan curah hujan yang tinggi memungkinkan terjadinya badai.

Di samping itu penutupan juga dalam rangka pemulihan atau revitalisasi ekosistem.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved