Berita Malang Hari Ini
Pakar Ketahanan Pangan UB Dr Sujarwo Sebut Sektor Pertanian Jangan Dibiarkan Saja
Humas dan Kearsipan Universitas Brawijaya (UB) mengadakan Bincang dan Obrolan Santai (Bonsai)
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | MALANG - Humas dan Kearsipan Universitas Brawijaya (UB) mengadakan Bincang dan Obrolan Santai (Bonsai) menghadirkan Pakar Ketahanan Pangan yang juga Wakil Dekan I Fakultas Pertanian UB, Dr Sujarwo SP MP, Selasa (30/3/2021) di UB Coffee.
Tema bincang-bincang itu tentang 'Pemulihan Ekonomi Di Masa Akhir Pandemi dari Sisi Pertanian dan Penangannnya'.
SUjarwo menyatakan hampir semua sektor mengalami shock saat pandemi karena ada pembatasan.
Namun, sektor pertanian tetap tak tersubstitusi/tak tergantikan, alias relatif stabil.
"Dan sejauh ini belum mengalami kelangkaan. Meski harga di sektor pertanian kadang rusak, namun petani tetap istiqomah di pertanian," jelasnya pada wartawan.
Melimpahnya sektor ini ibarat seperti diamond.
Namun kurang diperhatikan, sehingga akademisi di perguruan tinggi juga ketar-ketir melihatkan.
"Pertanian jangan dibiarkan saja. Nanti bolak balik impor," jelasnya.
Ia memberi gambaran tentang mencuatnya isu impor beras impor 1 juta padahal sedang panen raya.
Adanya informasi itu, pasar sudah keburu mengetahuinya dan mereaksinya.
Dijelaskan, masa panen raya biasanya mulai April-Mei.
Tapi pada September-Oktober biasanya panen turun, sehingga memakai stok beras yang ada, baik dari stok beras pemerintah dan swasta.
"Dari Kementan juga pernah menghubungi saya. Maka Kementan harus segera menyampaikan serapan gabah oleh Bulog," tambahnya.
Dikatakan, sektor pertanian adalah karunia dari Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pertanian-universitas-brawijaya-ub.jpg)