Hukum dan Cara Mencicipi Makanan Agar Puasa Tak Batal

Tidak semua orang boleh mencicipi makanan saat puasa, termasuk puasa Ramadan.

Editor: Zainuddin
SHUTTERSTOCK/ Hanifah Kurniati
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Tidak semua orang boleh mencicipi makanan saat puasa, termasuk puasa Ramadan.

Hukum mencicipi makanan saat berpuasa adalah makruh.

Makruh adalah sesuatu yang tidak dianjurkan tapi tidak membatalkan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta, Dr.H. Syamsul Bakri, MAg mengatakan mencicipi makanan bukan hal yang membatalkan puasa.

"Perbuatan yang membatalkan puasa adalah aktivitas makan, minum atau hal lain yang membatalkan puasa. Mencicipi makanan bukan termasuk hal yang membatalkan puasa."

"Tetapi, para ulama mengatakan hukum mencicipi makanan bagi orang yang berpuasa adalah makruh. Artinya, itu tidak dianjurkan tetapi tidak membatalkan," ujar Syamsul Bakri dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program Tanya Ustaz.

Syamsul Bakri tidak menyarankan orang yang bukan juru masak untuk mencicipi makanan.

Tetapi hukum mencicipi makanan saat puasa bisa menjadi mubah jika dilakukan oleh juru masak yang menghidangkan buka untuk orang banyak.

"Juru masak yang masakannya akan dimakan oleh banyak orang seperti juru masak restoran apapun yang memiliki konsekuensi supaya masakannya enak maka itu boleh, bukan makruh tapi mubah. Prinsipnya, boleh," katanya.

Pengertian mencicipi makanan ini hanya sebatas merasakan makanan di ujung lidah dan tidak ditelan.

"Tidak ada masalah orang yang berpuasa untuk mencicipi makanan khususnya para juru masak. Boleh itu kalau hanya di ujung lidah dan tidak sampai tenggorokan," ujarnya.

Doa puasa Ramadan

Sebelum berpuasa Ramadan, umat Islam wajib membaca doa niat puasa.

Niat Puasa

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved