Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Dinas Sosial Kota Batu Rampungkan Verifikasi DTKS

epala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, verifikasi kelayakan penerima bansos DTKS ini merupakan instruksi dari Kemensos

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Aktivitas perdagangan di sekitar Alun-Alun Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dinas Sosial Kota Batu melakukan verifikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, verifikasi kelayakan penerima bansos DTKS ini merupakan instruksi dari Kemensos agar penyaluran bantuan betul-betul tepat sasaran. 

Kelompok penerima manfaat (KPM) meliputi bantuan sosial tunai (BST), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Ketiga program bantuan itu ditopang APBN melalui Kemensos RI.

Verifikasi data telah mencapai 97 persen. Data yang dihimpun sementara ada sebanyak 24.513 KPM yang layak tercantum dalam DTKS. Rinciannya meliputi PKH sebanyak 10.663 penerima, BST sebanyak 7626 penerima dan BPNT sebanyak  6224 penerima.

"Sedangkan yang tidak layak ada 2831 orang. Karena penerima bantuan dinyatakan sudah mampu, menerima bantuan ganda, pindah domisili maupun meninggal dunia," urai Ririk, Senin (5/4/2021).

Rinciannya kelompok yang tidak layak menerima bansos meliputi, KPM dari program PKH sebanyak 816 orang. Kemudian BST sebanyak 1253 dan BPNT 762 orang.

Lebih lanjut, Ririk menuturkan tersisa 3 persen yakni sebanyak 218 orang yang belum dimasukkan dalam DTKS. Hal ini lantaran masih dilakukan tahap seleksi syarat kelayakan menerima bantuan kategori DTKS.

"Masih kami kami teliti koordinasi dengan desa dan kelurahan karena mereka yang mengetahui kondisi riil warganya," terang dia.

Pemutakhiran DTKS, nantinya akan dijadikan pedoman dalam menyalurkan program bantuan kepada KPM di bulan April. Untuk itu, Dinsos menggerakkan pendamping PKH dan pekerja sosial masyarakat (PSM) untuk mempercepat tahapan verifikasi. Selain itu, juga bekerjasama dengan Dispendukcapil dan tiap pemdes maupun kelurahan.

"Di sini kami membuat surat kepada Kades dan Lurah. Meminta bantuan pendataan warganya karena mereka mengetahui persis kondisi riil warganya. Kami mohon kerjasama Kades agar tepat sasaran," papar dia.

Data tersebut juga akan digunakan untuk menekan angka kemiskinan yang naik di Kota Batu. Ririk menjelaskan meningkatnya angka kemiskinan di Kota Batu karena kondisi pandemi yang melanda. Pandemi telah membuat masyarakat banyak kehilangan pekerjaan sehingga melahirkan orang miskin baru.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved