Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

RS Darurat Penanganan Covid-19 UMM Ditarget 45 Hari Selesai, ke Depan Bisa Jadi RS Infeksius

RS darurat penanganan Covid-19 dibangun tak jauh dari RS UMM. Peletakan batu pertama dilakukan Senin (5/4/2021)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - RS darurat penanganan Covid-19 dibangun tak jauh dari RS UMM. Peletakan batu pertama dilakukan Senin (5/4/2021) yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Malang serta Kapolres Malang dan Dandik 0818 Malang-Batu.

Rumah sakit satu lantai ini ditarget selesai 45 hari. Lokasi RS ini di depan asrama PPG UMM yang kini menjadi instalasi Covid-19.

Sarananya di RS itu antara lain 65 bed untuk rawat inap, intensif care ada 8 bed disertai ventilator, ruang operasi, hemodialisa.

"Kabupaten Malang juga sama-sama mengajukan RS darurat di RSUD Kepanjen. Namun baru minggu depan disurvei. Wah..kalah sama UMM," kata Bupati Sanusi saat memberi sambutan. Ia mengharapkan, setelah 45 hari selesai dibangun, tidak ada yang dirawat karena Covid-19.

Sehingga bisa dimanfaatkan UMM. "Di Kabupaten Malang, tinggal 60 RT yang belum hijau dari 14.600 RT/RW. Sedang 80 RT masih kuning. Sisanya hijau semua," terangnya.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Dau di mana menjadi lokasi RS darurat ini, tinggga 7 RT dari 300 RT. Doa agar tak ada Covid-19 juga disampaikan oleh Rektor UMM Dr Fauzan MPd. "Semoga Malang, Indonesia, dunia bebas dari Covid-19," harapnya.

Rektor UMM menyampaikan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid tersebut. Begitupun dengan dukungan dari Bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA dan Yodya Karya.

Sedang Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Reva Sastrodiningrat menyatakan pengembangan RS sebagai upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya. Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per 4 April 2021.

"Sebanyak  140.331 pasien positif ada di Jawa timur. Sejumlah 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya.

"Sehingga beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan virus corona, termasuk RS UMM. Luas lahannya 8000 m2. Pembangunan RS ini dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19 yang dibangun di beberapa daerah. Dengan adanya RS khusus Covid, maka di RS UMM terpisah. Yang pelayanan umum di depan, yang covid di belakang," jelas Bupati Malang. 

Menurutnya, penurunan angka Covid juga peran serta banyak pihak. Reva juga berharap agar pembangunan RS tersebut dapat senantiasa dipelihara dengan baik meski pandemi sudah menurun dan berakhir.

“InsyaAllah RS ini nantinya akan dijadikan sebagai RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai," pungkasnya.

Sedang Direktur RS UMM, Prof Dr Djoni Djunaedi SpPD KPTI menyatakan di RS darurat nanti juga ada gym. Jika nanti menjadi RS infeksius, ia menyatakan siap.

"Kalau sekarang yang dirawat di RS UMM ada 19 orang. Kapasitas bed ada 80. Puncaknya pernah terisi 62 tempat tidur," jawab Djoni. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved