Berita Surabaya Hari Ini

Antrean Jamaah Haji Jatim Capai 1,5 Juta Orang, Daftar Hari Ini Masuknya 31 Tahun Lagi

antrean haji di Jawa Timur ini merupakan antrean terpanjang di Indonesia, yaitu mencapai 1,5 juta orang per 6 April 2021.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: isy
sulvi sofiana/suryamalang.com
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur, M Nurul Huda. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Sulvi Sofiana
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Ditundanya ibadah haji sejak pandemi Covid-19 membuat antrean haji di Jawa Timur menjadi panjang.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur, M Nurul Huda, mengungkapkan antrean haji di Jawa Timur ini merupakan antrean terpanjang di Indonesia, yaitu mencapai 1,5 juta orang per 6 April 2021, sementara antrean Umroh sekitar 600.000 orang.

"Daftar haji hari ini akan masuk 31 tahun lagi. Karena animo masyarakat tinggi, sejalan dengan ekonomi masyarakat tinggi," kata Huda dalam Gathering Visa Provider dan Konsorsium Turki PT Cahaya Anugrah Al Mawaddah, Kamis (8/4/2021).

Meskipun antrean panjang, pihaknya mengaku masih menunggu putusan Kerajaan Saudi Arabia untuk membuka kembali ibadah haji.

"Apapun yang terjadi kanwil penerima regulasi. Pada prinsipnya kami selalu menyiapkan semua," lanjutnya.

Persiapan, mulai dari menyiapkan segala dokumen yang diperlukan, hingga memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada seluruh jamaah calon haji yang dijadwalkan akan berangkat.

Persiapan keberangkatan haji dalam masa pandemi juga disiapkan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya.

Plt Kepala KKP Kelas 1 Surabaya, Acub Zainal, mengungkapkan untuk mempersiapkan pemberangkatan haji sistemnya hampir sama dengan sebelum pandemi. 

Hanya saja, jika memang ada pemberangkatan haji, maka lokasi karantina jamaah harus di hotel yang telah mendapat asesmen KKP Kelas 1 Surabaya.

"Lokasi karantina diserahkan biro travel. Tetapi ada batasannya, hotel harus sudah diasesmen KKP Surabaya. Kedua, akan ada pemeriksaan swab PCR saat di hotel. Dan pelaksana PCR harus sudah terdaftar Kemenkes," urainya.

Penentuan laboratorium PCR, dikatakan Acub karena kemenkes telah mendata laboratorium yang  kredible melakukan PCR.

"Regulasi yang akan keluar, jamaah harus sudah divaksin Covid-19. Tapi belum tahu kapan regulasinya akan keluar. Untuk umroh harus tidak memiliki komorbid, dan PCR sama seperti jamaah haji,"tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Cahaya Anugrah Al Mawaddah, Intan Puspitasari, menjelaskan pihaknya juga masih menunggu regulasi pemberangkatan Haji. 

Dengan berbagai kebijakan dalam pemberangkatan haji selama pandemi, pihaknya juga menerapkan biaya tambahan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved