Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

BMKG Minta Warga Malang dan Sekitarnya Tetap Tenang dan Pahami Mitigasi Bencana

BMKG meminta masyarakat Kabupaten Malang tetap tenang menyikapi rentetan gempa susulan yang terjadi.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Kabupaten Malang tetap tenang menyikapi rentetan gempa susulan yang terjadi.

"Kami berupaya menenangkan warga yang sudah lama tidak terkena gempa bumi. Kami sudah beri sosialisasi," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, ketika dikonfirmasi.

Kata Dwikorita, masyarakat wajib memahami cara mitigasi secara mandiri ketika terjadi gempa, seperti segera melarikan diri ke tempat aman, berlindung di bawah meja ketika gempa terjadi hingga menyiapkan tas siaga bencana.

Tas siaga bencana berisikan barang-barang penting dan peralatan pendukung keselamatan dalam keadaan darurat bencana.

Tas ini berfungsi untuk meningkatkan ketahanan menghadapi ancaman setelah bencana.

Rita menyadari gempa bumi merupakan kejadian alam yang tidak dapat diprediksi.

Alhasil, mitigasi bencana menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan.

"Tetap tenang jangan panik. Mari memahami mitigasi bencana secara benar," imbuh wanita yang akrab disapa Rita itu.

Di sisi lain, gempa susulan di Kabupaten Malang masih saja terjadi. Pada Selasa (13/4/2021), terjadi gempa dengan magnitudo 2.8 skala richter.

"Titik gempa bumi pada Sabtu (13/4/2021) lalu terletak pada koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 112,5 Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut, yakni jarak 96 km arah Selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Susulannya juga tidak terlalu jauh dari kawasan itu," ucap Kepala Stasiun BMKG Karangkates, Mamuri.

Mengacu pada data BMKG, sudah ada 11 kejadian gempa bumi sejak gempa pertama kali pada hari Sabtu lalu.

Mamuri menjelaskan jija besaran gempa susulan cenderung dengan magnitudo lebih kecil.

Dari sekian banyak gempa yang terjadi, tidak ada satu pun yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Besarnya mulai 4.1, 3,2, dan 3,7 Magnitudo," tutur Mamuri.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved