Berita Jember Hari Ini
Unej Luncurkan Halal Center Universitas Jember, Ini Tujuannya
Halal Center Universitas Jember (Unej) itu nantinya akan menjadi pusat kajian dan pengembangan ekonomi syariah di wilayah Tapal Kuda.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: isy
Berita Jember Hari Ini
Reporter: Sri WAhyunik
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | JEMBER - Universitas Jember membentuk Halal Center.
Halal Center Universitas Jember (Unej) itu nantinya akan menjadi pusat kajian dan pengembangan ekonomi syariah di wilayah Tapal Kuda.
Halal Center juga akan membuat program pemberdayaan komunitas Muslim.
Peluncuran dan pengenalan Halal Center dilakukan di Masjid Universitas Jember, Al Hikmah, Jumat (30/4/2021).
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengatakan, selama ini Universitas Jember telah melakukan berbagai kegiatan Tri Dharma di bidang ekonomi syariah.
Keberadaan Halal Center tersebut akan menjadi wadah melakukan kajian dan pengembangan ekonomi masyarakat yang berbasis syariah.
Iwan mencontohkan, peneliti Unej sudah pernah melakukan riset terkait minat masyarakat terhadap wisata halal di Kabupaten Banyuwangi.
Ketika itu, hasil riset tersebut disampaikan kepada bupati Banyuwangi.
“Hasil riset kami kami sampaikan kepada bupati Banyuwangi untuk dijadikan pertimbangan dalam mengembangkan wisata halal di Banyuwangi,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, selain memiliki empat kelompok riset yang berfokus pada pada ekonomi syariah, Universitas Jember kini juga tengah serius dalam melakukan pendampingan pada UMKM yang ada di Bondowoso.
“Ada juga dua desa binaan di Bondowoso yang menjadi lokasi pengabdian kepada masyarakat terkait penerapan ekonomi syariah, yakni di Desa Dawuhan (Kecamatan Tenggarang) dan Desa Karanganyar (Kecamatan Tegalampel),” lanjut Iwan.
Sementara itu, Ketua Halal Center Unej yang juga Ketua Badan Pengembangan Industri Halal MUI Jatim Moehammad Fathorrazi mengatakan, berdirinya Halal Center di Universitas Jember bukanlah sesuatu yang tiba-tiba, sebab Universitas Jember telah melakukan banyak riset terkait perkembangan industri halal.
“Kami juga membentuk Bumdes Syariah di Desa Dawuhan (Tenggarang, Bondowoso) yang hingga saat ini masih terus eksis dan terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. Karena setiap keuntungan kami potong 2.5 persen untuk zakat yang didistribusikan pada masyarakat sekitar sana,” ujar pria yang akrab disapa Rosi ini.
Menurut Rosi, Universitas Jember telah ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk melakukan pembinaan kepada para peternak di Bondowoso untuk mengantarkan Bondowoso menjadi produsen daging halal.
“Kami mengajari peternak bagaimana proses transaksi jual beli sapi yang halal. Bagaimana ijab kabulnya. Bagaimana proses penyembelihan sapi yang halal sesuai dengan standar Juleha (juru sembelih halal),” jelas Rosi.
Ke depan, Halal Center Universitas Jember dapat menjadi salah satu Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
Karena keberadaan LPH ini akan sangat membantu UMKM dalam mengajukan sertifikasi kehalalan produk yang mereka jual.
Sesuai dengan UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
Sementara saat ini baru ada tiga LPH yang berwenang melakukan pemeriksaan.
"Akibatnya proses antrean dalam pengajuan sertifikasi halal menjadi sangat lama,” imbuhnya.
Rosi berharap proses pengajuan Universitas Jember menjadi salah satu LPH bisa berjalan lebih cepat mengingat seluruh sarana pendukung yang dibutuhkan sudah ada.
Apalagi Universitas Jember memiliki MoU dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.
“Kami juga memiliki sembilan auditor halal padahal yang dibutuhkan oleh BPJPH hanya tiga auditor. Saya pikir ini prosesnya bisa lebih cepat mengingat semuanya sudah siap. Supaya bisa segera membantu para pelaku ekonomi khususnya di Jember,” pungkas Rosi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/halal-center-universitas-jember.jpg)