Breaking News:

Travelling

Penampakan Keindahan Jembatan Sawunggaling Surabaya pada Malam Hari

Jembatan Sawunggaling menjadi ikon baru di Surabaya. Jembatan Sawunggaling Surabaya bisa menjadi jujugan warga untuk berwisata.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Bobby Koloway
Keindahan Jembatan Sawunggaling Surabaya pada malam hari. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jembatan Sawunggaling menjadi ikon baru di Surabaya.

Jembatan Sawunggaling Surabaya bisa menjadi jujugan warga untuk berwisata.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan awalnya pembangunan jembatan ini untuk mendukung transportasi yang masuk Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), dan juga untuk mendukung peningkatan jumlah pengunjung KBS.

"Saat ini Jembatan Sawunggaling telah menjadi ikon baru Surabaya, dan juga sebagai cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Surabaya melalui jalan wisata," kata Irvan kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (1/5/2021).

Jembatan sepanjang sekitar 136 meter ini menghubungkan ruas Frontage Wonokromo dengan Jalan Gunungsari.

Lebar jembatan mencapai sekitar 17 meter, dan lebar badan jalan sekitar 7 meter.

Struktur utama pada bentang di atas sungai menggunakan beton precast berupa voided slab yang terbagi dalam 3 bentang, yakni 24 meter, 18 meter dan 16 meter.

"Sedangkan pada bentang di atas tanah menggunakan full slab," jelasnya.

Pilon jembatan dengan tinggi sekitar 20 meter dilengkapi dengan tangga untuk naik ke mezzanine.

Jembatan ini juga dilengkapi dengan big tree lamp setinggi 6 meter yang dapat menyala berwarna-warni lengkap dengan running text.

Juga ada dancing fountain atau air mancur yang bergerak seirama dengan lagu yang diputar.

"Sedangkan railling jembatan menggunakan kaca tempered yang ditempeli stiker dan lampu hias," terangnya.

Warga atau pengendara akan mendapat suguhan pemandangan ciamik pada malam hari.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved