Perawat Cantik di Malang Dibakar

Wajah Cantik Eva Sofiana Bisa Pulih Usai Dibakar Pria Misterius, Dokter Siapkan Metode Bedah Plastik

Wajah Cantik Eva Sofiana Bisa Pulih Seusai Dibakar Pria Misterius, Dokter Siapkan Metode Bedah Plastik

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Eko Darmoko
Dok Eva Sofiana Wijayanti
Eva Sofiana Wijayanti 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Eva Sofiana Wijayanti perawat yang cantik yang dibakar hidup-hidup di Kabupaten Malang, kini kondisinya perlahan mulai pulih.

"Kondisinya mulai membaik sudah dipindahkan ke rawat inap garuda. Tidak ada gejala terlalu kritis sudah berangsur pulih."

"Namun tetap kini sedang menjalani perawatan secara intensif," ujar Edy Wahyudi, Humas RS Hasta Husada Kepanjen dikonfirmasi SURYAMALANG.COM pada Kamis (6/5/2021).

Selama melakukan perawatan sejak Eva masuk rumah sakit, pihak RS Hasta Husada menganalisa jika kondisi luka bakar yang dialami oleh perawat asal Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang itu tak mencapai 60 persen.

"Luka bakarnya 32 persen. Pada kategori yang tidak terlalu parah seperti pada pemberitaan. Masih bisa dikondisikan dengan baik," ucap Edy.

Kata Edy, berdasarkan keterangan medis, luka bakar yang dialami Eva mengenai beberapa bagian badan.

"Luka bakar ada di sekitar wajah dan tangan kanan kiri," papar Edy.

Edy menerangkan ada dua dokter yang menangani Eva.

"Sementara ditangani oleh dokter anastesi dan dokter spesialis bedah plastik," beber Edy.

Tenaga medis diprediksi membutuhkan waktu hingga 2 pekan untuk memulihkan kondisi wanita yang menjadi korban pembakaran orang tak dikenal tersebut.

"Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu. Ada rawat jalan juga. Bedah plastik juga dikondisikan sama ahli bedah," tutur Edy.

Sementara itu, RS Hasta Husada menilai Eva tetap memiliki peluang pulih dengan kondisi wajah normal seperti semula.

Namun, hal tersebut dilakukan dengan kaidah dan penanganan medis.

"Masih sangat bisa memungkinkan untuk kembali pulih. Tentunya dengan metode pembedahan plastik, tindakan lain yang bisa menentukan itu dengan tanggung jawab ada metode-metode tertentu," tutupnya.

Eva Sofiana Wijayanti perawat cantik yang dibakar di Kabupaten Malang
Eva Sofiana Wijayanti perawat cantik yang dibakar di Kabupaten Malang (Instagram Eva Sofiana)

Kronologi pembakaran

Kronologi dan detik-detik perawat cantik berusia 35 tahun asal Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang dibakar menggunakan bensin oleh pria tak dikenal, Senin (3/5/2021).

Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas'udi menjelaskan identitas korban bernama Eva Sofiana Wijayanti.

Hasil penelusuran SURYAMALANG.COM, Korban bekerja di Klinik Bunga Husada Kalipare

Kini, korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.

Sholeh menjelaskan peristiwa nahas itu mulanya terjadi ketika korban tengah beristirahat di Klinik Bunga Husada.

Korban diketahui sedang  masuk kerja shift pagi.

Tak lama kemudian, tiba-tiba datang seorang laki laki mengendarai sepeda motor Honda Beat merah.

Sholeh menuturkan, ciri-ciri pria itu menggunakan jaket hitam, helm dan masker.

Pria tak dikenal itu langsung merangsek masuk ke dalam klinik menuju ruang istirahat korban.

Setibanya bertemu korban, pelaku langsung menyiramkankan cairan ke bagian wajah dan tubuh korban.

Tanpa menunggu lama, pelaku menyulutkan korek ke arah tubuh korban.

Pelaku langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.

Saat itu, hanya ada satu saksi saat itu di klinik tersebut.

Saksi berhasil dipadamkan dengan air korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

"Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini," tutupnya.

Hubungan Eva dengan suami

Eva Sofiana Wijayanti perawat cantik yang dibakar di Kabupaten Malang, diketahui memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Adin.

Hal ini dikisahkan oleh Didik Porwidiantoro, kakak ipar Eva ketika ditemui SURYAMALANG.COM di rumah Eva, Rabu (5/5/2021).

"Eva dan suami sangat dekat anak. Hampir setiap hari dibelikan makanan siap saji anaknya itu sama Eva," ujar Didik Porwidiantoro.

Didik menjelaskan, Eva dan suaminya bernama Adin tinggal di sebuah rumah yang belokasi di Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Rumah itu juga ditinggali bapak kandung Adin.

Didik merupakan kakak dari Adin, suami Eva.

Sejak Eva dan Adin berumah tangga 10 tahun lalu, Didik merasa mahligai rumah tangga yang dibangun keduanya tak pernah dirundung masalah alias harmonis.

"Bahkan sering ngabuburit setiap sore. Pihak keluarga gak pernah ada masalah," ucap pria yang mengaku sebagai petani itu.

Didik berkisah, rumah tangga Eva dan Adin dikaruniai dua orang anak laki-laki.

Kata Didik, anak pertama Eva sedang duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, sedangkan anak kedua  Eva sedang akan memasuki sekolah dasar.

Kendati demikian, sebagai kakak kandung Adin, Didik jarang berkomunikasi secara intens dengan anggota keluarganya.

"Saya jarang komunikasi dengan suaminya Eva. Sampai sekarang WA gak dibales dan telepon gak diangkat," beber pria berusia 50 tahun itu.

Ketika mendengar Eva tersiram bensin dan dibakar orang tak dikenal, Didik sontak terkejut mendengar kabar itu.

Didik menerima informasi jika Eva yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit saat ini ditemani oleh suaminya.

"Saat ini suami Eva (Adin) sedang menemani Eva di rumah sakit," tutur Didik.

Selama Eva menjalani perawatan di rumah sakit, Didik menuturkan kedua anak Eva sengaja tidak diberitahu tentang peristiwa pembakaran oleh orang tak dikenal itu.

Saat ini, anak pertama Eva tinggal di rumah Dusun Ngembul.

Sedangkan anak kedua Eva berada di rumah Dusun Krajan yang merupakan rumah orang tua kandung Eva.

"Saya tidak tinggal di sini (Rumah Dusun Ngembul), rumah saya di Krebet, Bululawang. Saya lagi ke sini karena bapak saya lagi sendirian," ujar Didik.

Terkait profesi suami Eva, Didik menjelaskan Adin sering mengikuti lomba burung berkicau dan kerap menorehkan prestasi.

Ia mengenang Eva bekerja di Klinik Bunga Husada yang berada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang sejak 5 tahun lalu.

Sepengetahuan Didik, Eva dan Adin merupakan pasangan suami istri yang seumuran. Ia mengingat jika keduanya lahir pada tahun 1988.

"Dulunya Eva itu lulusan bidan," paparnya.

Didik menyerahkan sepenuhnya tindakan hukum oleh pihak berwajib terkait peristiwa nahas yang dialami Eva.

"Kondisi Eva juga masih seperti itu di rumah sakit. Jadi itu semua (tindakan hukum) terserah suaminya," jelasnya.

Terakhir, Didik bersaksi tidak ada gelagat aneh nan mencurigakan yang terpampang dari sosok Eva sebelum kejadian penyiraman bensin pada Senin (3/5/2021).

"Saya kaget sekali mendengar musibah itu," tutupnya. (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Berita terkait Perawat Cantik di Malang Dibakar

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved