Breaking News:

Berita Sumenep Hari Ini

Siti Marwiyah Jadi Otak Pembunuhan Kakek 69 Tahun di Sumenep, Dendam Setelah Suami Meninggal

Siti Marwiyah (51) menjadi otak pembunuhan terhadap Bunabi (69) di Kecamatan Arjasa, Sumenep

Editor: Zainuddin
Ilustrasi
Ilustrasi. 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Siti Marwiyah (51) menjadi otak pembunuhan terhadap Bunabi (69) di Kecamatan Arjasa, Sumenep pada 16 Mei 2021.

Pembunuhan ini melibatkan Ahwan (45), Mansur (32), dan Kailani (58).

Isu dukun santet menjadi motif pembunuhan Bunabi.

"Korban dibunuh di kebun milik korban di Desa Kalinganyar," kata AKP Widiarti Sutioningtyas, Kasubbag Humas Polres Sumenep kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (18/5/2021).

Awalnya polisi menangkap Ahwan dan Mansur.

Sesuai keterangan dua tersangka itu, polisi menangkap Siti Marwiyah dan Kailani.

"Jadi, total pelaku pembunuhan berjumlah empat orang," kata Widiarti Sutioningtyas.

Menurutnya, eksekutor pembunuhan adalah Ahwan, Mansur, dan Kailani.

"Siti Marwiyah adalah orang yang menyuruh atau otak pembunuhan," ungkapnya.

Siti Marwiyah dendam kepada korban setelah suaminya bernama Rifa'i meninggal.

Siti Marwiyah menduga Rifa'i meninggal akibat disantet oleh Bunabi.

Siti Marwiyah menyuruh tiga tersangka tersebut untuk membunuh korban dengan imbalan uang Rp 15 juta.

Sesuai kesepakatan, uang tunai tersebut akan dibayar setelah korban meninggal.

"Siti Marwiyah mengakui telah menyuruh tiga tersangka itu untuk membunuh korban," katanya.

Menurutnya, tiga tersangka itu membunuh korban dengan cara memukul kepala dan wajah korban menggunakan kayu.

"Pelaku membuang potongan kayu itu di tempat kejadian," lanjutnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved