Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Penyebab Belum Meratanya Kucuran Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Malang

DPRD Kabupaten Malang tak menampik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi masih belum merata.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Seorang tukang bangunan sedang bekerja membangun rumah warga yang rusak akibat terdampak gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - DPRD Kabupaten Malang tak menampik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi masih belum merata.

Belum meratanya distribusi bantuan terutama bantuan perbaikan kerusakan rumah berasal dari belum lengkapnya pendataan.

Selain itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi juga mengungkap berbagai kendala yang dihadapi.

"Kami sudah berupaya, dan keterbatasan tenaga verifikasi. Ini yang harus diverifikasi," beber Darmadi ketika dikonfirmasi pada Selasa (25/5/2021).

Usai diguncang gempa berkekuatan 6.7 SR pada April lalu, baru-baru ini pada Jumat (21/5/2021) wilayah Kabupaten Malang juga terdampak gempa 6.2 SR.

Kondisi tersebut menambah kerusakan bangunan yang saat ini mulai diperbaiki.

Kata Darmadi, jika proses pendataan terdampak gempa bumi telah rampung, maka bantuan-bantuan yang sempat digaungkan Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Timur bisa terealisasi.

"Saat ini masih pendataan dan verifikasi lapangan. Disampaikan BNPB masyarakat terkena dampak dapat 25 sampai 10 juta. Masih menunggu data pasti dari Pemkab Malang. Kalau sudah selesai akan dikirimkan agar janji itu terpenuhi, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," jelasnya.

Darmadi menganalisa luasnya wilayah Kabupaten Malang dan keterbatasan petugas verifikasi data menyebabkan penyampaian data ke pemerintah pusat jadi lambat.

"Kami sama-sama menunggu," katanya.

Politisi PDIP ini menilai penyaluran bantuan tidak boleh asal-asalan.

Alhasil, keakuratan data jadi tumpuan dalam penyaluran bantuan.

"Kemarin ada rumah tumbuh dan sebagainya. Data awal sudah dikirimkan masih ada proses kembali di lapangan. Semua harus by data," tutup wakil rakyat ini. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved