Berita Malang Hari Ini

260 Dosen dan Staf ITN Malang Jalani Vaksinasi Pertama

260 dosen dan staf ITN Malang menjalani vaksinasi pertama selama dua hari. Yaitu pada Selasa (25/5/2021) dan Kamis (27/5/2021)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
humas
Wakil Rektor I ITN Malang mendapatkan vaksin pertama di UMM Medical Center Kota Malang pada Selasa (25/5/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 260 dosen dan staf ITN Malang menjalani vaksinasi pertama selama dua hari. Yaitu pada Selasa (25/5/2021) dan Kamis (27/5/2021) di UMM Medical Center, Sumbersari, Kota Malang.

Pemberian vaksinasi ini sudah ditunggu oleh civitas akademi ITN Malang

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST MT menjelaskan,  vaksinasi merupakan upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Saya salut, dosen dan staf ITN antusias datang dan antri untuk mendapatkan vaksin," kata Yudi yang menjalani vaksinasi pada Selasa (25/5/2021) lalu.

Dengan sudah menjalani vaksinasi, maka ada optimisme menyambut para mahasiswa baru.

Jadwal vaksin kedua akan dilaksanakan pada Agustus 2021. Sehingga pada September mendatang, jika diizinkan oleh pemerintah, harapannya perkuliahan sudah bisa luring.

"Kalau belum diizinkan, atau masih ada yang keberatan luring, maka kami akan menjalankan hybrid learning atau pembelajaran campuran,” tambahnya.
 Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning Irawati AMd menjelaskan, ITN Malang mengajukan vaksin untuk sivitas akademika kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Sebanyak 260 dosen dan staf yang terdata lewat institusi menerima vaksin jenis AstraZeneca dengan nomor batch (kumpulan produksi) CTMAV546. 

“ITN dapat vaksin AstraZeneca CTMAV546," jelas Nuning.

Dikatakan, ia sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai kode AstraZeneca 546. Vaksin kode ini aman digunakan, sehingga dosen dan staf ITN tidak perlu ragu.

"Vaksinasi  adalah program pemerintah. Semua harus dapat vaksin untuk melindungi diri dari Covid-19,” tegasnya, Kamis (27/05/2021).

Menurutnya, jumlah yang ikut vaksinasi tersebut memang tidak semua dari jumlah dosen dan staf.

Sebab ada yang sudah mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum jadwal vaksinasi institusi.

Misalkan mendapat vaksin dari tempat pasangannya bekerja. Ada juga yang belum karena sebab lain.

Seperti memiliki penyakit bawaan dan masih adanya ketakutan dengan vaksin jenis AstraZeneca.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved