Kisah Razon Mantan Tentara Israel: Depresi, 9 Tahun Mimpi Didatangi Korban Palestina yang Ia Habisi

Inilah kisah mantan tentara Israel bernama Ido Gal Razon yang kini depresi dan kena penyakit mental akibat perang Palestina dan Israel.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
YouTube
Kisah Razon Mantan Tentara Israel: Depresi, 9 Tahun Mimpi Didatangi Korban Palestina yang Ia Habisi 

SURYAMALANG.COM - Inilah kisah mantan tentara Israel bernama Ido Gal Razon yang kini depresi dan kena penyakit mental akibat perang Palestina dan Israel.

Perang yang terjadi antara Israel dan Palestina ini tka hanya memakan korban sipil dari kedua belah pihak, namun juga dari tentara yang ikut berperan. 

Akibat perang yang tak berujung ini, Razon salah seorang mantan tentara Israel itu pun harus mengalami trauma psikis yang membuat dirinya mengalami penderitaan seumur hidup.

Traumi psikis tak hanya dialami oleh tentara dan warga sipil Palestina, tetapi seorang tentara Israel pun mengalami hal buruk tersebut.

Kutipan kisah Ido Gal Razon, seorang tentara Israel yang mengalami depresi ini, diungkapkan dalah sebuah video di Kanal Youtube Cerita Dalam Sejarah yang diunggah satu tahun lalu dan hingga kini ditonton hingga 2,5 juta.

Seperti dikutip dari Tribun Medan, "Tentara Israel tak Tenang Didatangi 40 Korban Palestina yang Dihabisinya".

Ido Gal Razon, mantan tentara Israel
Ido Gal Razon, mantan tentara Israel (YouTube)

Baca juga: Nasib Bu Dendy Kini, Istri Viral Lempar Uang ke Pelakor, Sudah Hidup Sukses Sampai Dituduh Pesugihan

Baca juga: Felicia Tissue Ceritakan Detik-detik Kaesang Pangarep Menghilang, Nama Jokowi & Iriana Ikut Disebut

Dengan penuh amarah dan luapan kekecewaan, seperti ditayangkan dalam Video tersebut, Razon, demikian nama Tentara Israel itu mengalami trauma hebat pasca perang.

Dia mengaku, Didatangi Arwah Korban Tiap Malam, yakni arwah para korban yang merupakan penduduk Palestina.

Demikian kata Razon, dihadapan sidang pengadilan, di mana kala itu dia menggungat pihak pemerintah Israel yang tak peduli akan keberadaannya pasca mengalami trauma.

"Saya membunuh untuk kalian, bagaimana saya menyaksikan puluhan orang yang menjadi korban setiap hari," ujarnya.

Idap Post traumatic Stress Disorder (PTSD)

Diakui Razon, dia mengidap Post traumatic Stress Disorder (PTSD), pasca penyerangan dari 13 tahun silam. Namun saat dia meminta dirawat, pemerintah justru tidak memberikan perawatan maksimal.

"Saya juga seorang pejuang Galoni, kenapa anda tidak memperlakukan saya dengan baik? saya membunuh untuk anda dengan tangani ini," jelas Razon saat menuntut Komite Isarel untuk memberinya perawatan yang layak untuk mengobati stres dan traumnya setelah masa perang berakhir.

Diakui Razon akibat kejadian di Jalur Gaza dan serangan demi serangan yang mereka lakukan, dia mengaku telah membunuh 40 warga Palestina.

Meski tak sedikit dari pihak Tentara Israel juga tewas oleh serangan Hamas kala itu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved