Nagita Slavina
Kekhawatiran Arie Kriting Jika Nagita Slavina Jadi Duta PON XX Papua, Blak-blakan Kurang Setuju
Kekhawatiran Arie Kriting jika Nagita Slavina jadi Duta PON XX Papua, blak-blakan kurang setuju, ini alasannya
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Komedian Arie Kriting mengurai kekhawatirannya jika benar Nagita Slavina jadi Duta PON XX Papua.
Satu-satunya kekhawatiran Arie Kriting jika Nagita Slavina jadi Duta PON XX Papua ditakutkan terjadi apropriasi budaya.
Sedangkan kabar Nagita Slavina jadi Duta PON XX Papua atau hanya ikon PON Papua sejauh ini masih belum jelas.
Melansir postingan Instagram-nya, Arie Kriting mengaku kurang setuju jika istri Raffi Ahmad tersebut menjadi Duta PON XX Papua.
Lantas, komedian asal Kendari, Sulawesi Tenggara itu menjelaskan detail alasan dirinya kurang setuju. sambil mengunggah headline berita online yang menyebut Nagita sebagai Duta PON XX Papua.
Baca juga: Demi Ngidam Nagita Slavina, Tukang Jagung Rela Terbang Dari Lombok, Kini Nasibnya Berujung Mujur
• Mimpi Nagita Slavina Punya Vila Rp 200 M Terhalang RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad Tegas Putuskan Ini

Tampak pula potret Nagita Slavina saat mengenakan busana serta atribut bernuansa adat Papua.
'Sebenarnya sudah sejak awal saya merasa ada yang janggal dengan hal ini, tetapi saya menunggu tanggapan dari saudara-saudari asli Papua terkait dengan hal ini.
Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation.
Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua,' tulis Arie pada Rabu (2/6/2021).
Baca juga: Umi Kalsum & Abdul Rozak Geram Ayu Ting Ting Kerap Jadi Sasaran Hujatan, Sebagai Orangtua Tak Terima
• Berita Arema Populer 3 Juni 2021: Pertaruhan RANS Cilegon Jelang Laga Uji Coba & Kabar Arthur Cunha
• Nasib Lea Ciarachel Pemeran Zahra di Suara Hati Istri Setelah Direspon KPI, Indosiar Beri Janji
Arie Kriting menyadari pengaruh Nagita Slavina dalam misi sosialisasi PON XX Papua memang sangat diperlukan.
Akan tetapi, sosok perempuan Papua asli untuk Duta PON XX Papua dinilai lebih baik karena bisa menghindari adanya cultural appropriation.
Mengutip Wikipedia, apropriasi budaya adalah adopsi suatu elemen atau elemen dari satu budaya atau identitas oleh anggota budaya atau identitas lain. Ini bisa menjadi kontroversial ketika anggota budaya dominan diambil dari budaya minoritas.
Arie Kriting kemudian memberi saran agar Nagita Slavina dan Raffi Ahmad bisa dijadikan sahabat Duta PON XX Papua.
'Tapi kita juga menyadari bahwa kapabilitas Kak Nagita dalam membawa misi sosialisasi untuk PON XX Papua ini sangat dibutuhkan.
Solusi dari saya, Duta PON XX Papua harus tetap perempuan Papua.