Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kepala SMKN 10 Kota Malang Ditahan, Begini Tanggapan Kuasa Hukum

Kepala SMKN 10 Kota Malang, bernama Dwidjo Lelono (54), ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Senin (7/6/2021).

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Tersangka dugaan kasus korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019 yang juga kepala SMKN 10 Kota Malang, yaitu Dwidjo Lelono (54) (memakai rompi oranye) saat dibawa oleh petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang menuju Lapas Kelas I Malang, Senin (7/6/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kepala SMKN 10 Kota Malang, bernama Dwidjo Lelono (54), ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Senin (7/6/2021).

Dwidjo Lelono ditahan, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019.

"Jadi, sesuai dengan apa yang kami sampaikan ketika mengajukan penundaan pemeriksaan beberapa hari lalu. Kami pastikan dan janjikan, bahwa klien kami kooperatif dan tidak menyembunyikan semua barang bukti yang dibutuhkan untuk proses penyidikan. Hari ini penyidikan berjalan dengan lancar, tidak ada tekanan maupun paksaan. Selain itu, klien kami dalam kondisi sehat jasmani dan rohani," ujar kuasa hukum tersangka, Tirmidzi Husein kepada TribunJatim.com, Senin (7/6/2021).

Sebagai kuasa hukum, dirinya menyayangkan sikap dari Kejari Kota Malang.

Karena melakukan penahanan kepada kliennya tersebut.

"Kami menyayangkan sikap dari Kejari Kota Malang. Klien kami, keberadaannya masih dibutuhkan di SMKN 10 Kota Malang. Karena ada beberapa dokumen yang harus ditanda tangani, termasuk raport, slip gaji, dan lain sebagainya. Kami telah mencoba mengajukan penangguhan penahanan, tapi pihak penyidik dalam hal ini pimpinan Kejari, memiliki pertimbangan lain dan klien kami tetap ditahan," bebernya.

Selain itu Tirmidzi juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyerahkan lima berkas ke pihak Kejari Kota Malang.

"Ada lima berkas yang kami serahkan ke Kejari Kota Malang. Berkas tersebut adalh LPJ Pembangunan, LPJ BA BUN, kuitansi, dan surat MOU antara pihak sekolah dengan direktorat. Penyidik juga bertanya ke klien kami, kemudian klien kami memastikan bahwa pengerjaan BA BUN dan pembangunan sudah sesuai dengan petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) direktorat," terangnya.

Sementara itu Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa mengungkapkan alasan tidak bisa dikabulkannya penangguhan penahanan yang diajukan oleh kuasa hukum tersangka.

"Ada surat permohonan, tetapi surat itu minta penangguhan padahal belum ditahan. Salah mengajukan, harusnya dia (kuasa hukum tersangka) mengajukan permohonan setelah tersangka kami tahan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved