Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kasus Dugaan Korupsi APBDes Desa Bulukerto Bumiaji Masuk Tahap Kedua di Kejari Batu

Kejaksaan Negeri Batu menyerahkan tanggung jawab tersangka kasus korupsi penyelewengan dana APBDes di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
Kejari Batu
Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batu menyerahkan tanggung jawab tersangka kasus korupsi penyelewengan dana APBDes di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, atas inisial FP ke Jaksa Penuntut Umum pada 10 Juni 2021 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batu menyerahkan tanggung jawab tersangka kasus korupsi penyelewengan dana APBDes atas inisial FP ke Jaksa Penuntut Umum pada 10 Juni 2021.

FP diduga kuat menyelewengkan anggaran Pembina PKK, Anggaran Operasional Kemasyarakatan, Anggaran Operasional Sampah, Anggaran Operasional RT di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dalam keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Batu, tahap kedua ini dilaksanakan setelah kelengkapan formil dan materiil berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum yang kemudian diterbitkan Surat Nomor : B-1177/M.5.44/Ft.1/06/2021 tanggal 8 Juni 2021 (P-21).

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto menerangkan, proses penyerahan tersangka FP dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum didampingi oleh penasehat hukum Ferry Fernanda Eka Setyawan.  

“Dengan telah diterbitkannya P-21 maka Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Batu menyerahkan tanggung jawab tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Batu. FP juga telah melaksanakan Rapid Antigen sesuai protokol kesehatan, untuk kemudian dibawa ke Lapas Klas I Malang,” paparnya, Jumat (11/6/2021).

Dengan diserahkannya tanggung jawab tersangka dan barang bukti tersebut, maka kewenangan penahanan pada FP yang sebelumnya ditahan oleh Jaksa Penyidik sekarang beralih menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum. Penahanan FP dilakukan selama 20 hari sesuai dengan surat perintah penahanan nomor : Print — 01/M.5.44/Ft.1/06/2021 tanggal 10 Juni 2021.

Selanjutnya penuntut umum yang ditunjuk oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto akan segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan.

“Jaksa telah mendapatkan minimal dua alat bukti yang cukup. Tersangka FP selaku Kaur Keuangan telah melakukan pencairan anggaran untuk beberapa kegiatan namun uang yang telah dicairkan tersebut tidak diserahkan kepada Kasi atau Kaur pelaksana kegiatan. Uang tersebut digunakan oleh FP untuk kepentingan pribadinya atau tidak sebagaimana mestinya sehingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara,” ujar Supriyanto.

Kerugian negara yang dicatat Kejaksaan Negeri Batu dalam perkara ini sebanyak Rp 338.609.582. Perbuatan yang dilakukan FP disangka melanggar 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau melanggar pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kejaksaan Negeri Batu menahan FP pada Kamis (15/4/2021).

Sebelum ditahan, Kejaksaan Negeri Batu telah memeriksa 30 orang saksi.

Berdasarkan hasil penyidikan, telah ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved