Breaking News:

Tarvelling

Harga Tongseng Beda Gaya di Parigie Coffee and Toast Novotel Samator Surabaya

Parigie Coffee and Toast Novotel Samator Surabaya telah meluncurkan Tongseng Beda Gaya.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Parigie Coffee and Toast Novotel Samator Surabaya meluncurkan Tongseng Beda Gaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Parigie Coffee and Toast Novotel Samator Surabaya telah meluncurkan Tongseng Beda Gaya.

"Kami sengaja meluncurkan menu ini bersamaan dengan ulang tahun Parigie yang pertama," terang Dedi Daniansyah, Executive Chef Novotel Samator Surabaya Timur kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (17/6/2021).

Bebek dipilih sebagai bahan makanan karena paling banyak disukai dan menjadi ciri khas kuliner Surabaya.

"Saya melihat sajian bebek paling terkenal di Surabaya hanya digoreng. Ada juga rica-rica, tapi belum banyak. Makanya saya berpikir untuk membuat kreasi bebek diolah menjadi tongseng," tutur Dedi.

Dedi mengatakan mengolah memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan kambing.

Bebek dan kambing sama-sama memiliki bau khas yang tetap akan muncul bila pengolahannya tidak pas.

Makanya Dedi mengolah daging bebek secara terpisah dari kuah tongseng.

"Sebelum dicampur dengan kuah tongseng, bebek akan lebih dulu melalui proses pengempukan dan penghilang bau. Caranya tentu direbus selama kurang lebih 45 menit di dalam air," jelasnya.

Setelah itu bebek akan diungkep di dalam bumbu kuning dan rempah lainnya, untuk menghilangkan bau prengus.

"Setelah daging empuk dan tidak memiliki bau, kemudian bebek diolah menggunakan bumbu tongseng selama 15 menit agar bumbunya merasuk," imbuh Dedi.

Menu Tongseng Beda Rasa juga menghadirkan varian isian lain, seperti, ayam, daging, dan iga sapi.

"Kami banderol satu porsi Tongseng Beda Rasa mulai harga Rp 30.000. Itu sudah termasuk nasi putih dan es teh," terang Dedi.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved